oleh

Pemda Minta Investor Waspadai Lahan Bermasalah

-Sumsel-1.443 views
MURATARA-Pemerintah Daerah meminta pihak investor untuk berhati hati dalam memproses pembebasan lahan perkebunan, khususnya di wilayah Muratara. Pasalnya, di Kabupaten Muratara sering terjadi sengketa lahan. Yang mengakibatkan polemik di tengah masyarakat.

Dalam rapat koordinasi, planing B izin pembebasan lahan PT Muratara Agro Sejahtera (PT MAS). Dengan Pemerintah Daerah di ruang Bina Praja, Pemda Kabupaten Muratara. Sekertaris Pertanian dan peternakan kabupaten Muratara, Suharto mengungkapkan. Jika di wilayah Muratara, sering didapati kasus ‘numpang nindih’.
Atau masyarakat yang memiliki lahan di minta menandatangani surat jual beli tanpa sepengetahuannya secara langsung mereka. Kondisi itu menjadikan kondisi konflik lahan antara masyarakat dan perusahaan cukup meningkat.

“Kami harap selain melibatkan tim dari Desa, investor juga melibatkan tim dari Pemda. Mengenai pembebasan itu. Karena kasus seperti ini, sering kami temui di lapangan. Saat terjadi ceos, masyarakat lari ke Kantor Bupati dan tidak menuntut tim desa,” katanya, hari ini (5/3).

Menurutnya, kondisi itu akibat adanya sejumlah oknum desa yang kerap menjadikan peluang pembebasan lahan warga sebagai permainan data.”Jadi kami harap untuk PT Mas agar memerhatikan benar-benar masalah pembebasan lahan. Jangan sampai kasus seperti itu terjadi lagi,” timpalnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Muratara, Ramsol Panawi membenarkan adanya permasalahan seperti itu yang tengah di hadapi Pemda Muratara. Pihaknya mengusulkan, ada beberapa opsi yang bisa dilakukan pihak investor. Dalam meminimalisir potensi konflik lahan. Seperti menggunakan sistem sewa lahan, atau penggunaan lahan dengan sistem bagi hasil.

“Memang di wilayah kita sering terjadi konflik dampak dari pembebasan lahan. Kalau bisa ini hanya sekdar usulan. Investor bisa menggunakan opsi lain selain melakukan pembebasan lahan. Baik itu sistem sewa atau bagi hasil dengan warga,” katanya.

Sementara itu, humas PT Mas Ali mengatakan. Mereka saat ini  tengah melakukan rapat koordinasi planing B izin dengan Pemerintah daerah. Seperti izin pembebasan lahan, pembangunan pabrik hingga amadal. Menurutnya, investasi pabrik gula sangat menjanjikan. Dan saat ini masih sangat minim inventasi yang bergerak di bidang pabrik gula.

“Kami sangat membutuhkan kepastian mengenai keberadaan lahan. Karena untuk memenuhi kapasitas produksi delapan ribu ton/hari. Jika tidak ada lahan, kita sulit untuk memprediksi kapasitas produksi,” timpalnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya