oleh

Pemda Muratara Respon Kasus Sumur Beracun

-Sumsel-196 views
SUMEKS.CO – Kasus warga pingsan akibat menghirup gas beracun ketika menggali sumur di lingkungan SD Negeri 1, desa Batu Gajah, kecamatan Rupit, kabupaten Muratara, mendapat respon pemerintah daerah.

Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Muratara, menegaskan, pihaknya akan melakukan penijauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi lingkungan disana, berbahaya atau tidak.

Ali, salah seorang guru di SDN I Batu Gajah yang sempat dibincangi SUMEKS.CO, hari ini, Jumat (15/11) sekitar pukul 09.00 WIB membenarkan jika kasus pengalian sumur di sekolah mereka sempat menghebohkan masyarakat.

Saat itu Purnomo, orang yang menggali sumur di sekolah itu mendadak pingsan dan bahkan saat ini masih koma di RSUD Rupit. Diduga ia menghirup gas beracun di dalam sumur yang digalinya.

“Iya, itu benar kejadiannya dua hari yang lalu, yang menggali sumur dua orang, yaitu Iwan dan Purnomo. Tapi yang pingsan hanya Purnomo. Saat itu dia berada di dalam sumur saat hendak mengambil sekop,” jelasnya.

Diketahui, Purnomo merupakan warga desa Noman Baru dan baru sekitar dua hari melakukan penggalian sumur di sekolah itu.

“Kita sekarang sedang membangun ruang kelas baru dan sumur untuk WC sekolah. Nah, di kedalaman 8 meter korban memang sudah merasa sesak napas saat di dalam sumur,” ungkapnya.

Ali mengaku tidak tahu persis kejadiannya sore itu, hanya mendapatkan kabar saja. “Informasinya tadi pagi korban masih koma, mungkin dia terlalu banyak menghirup gas di dalam sumur,” ujarnya.

Sementara itu, Iwan rekan Purnomo mengungkapkan bahwa pekerjaan gali sumur itu sudah sempat dilarang dan disarankan untuk menggali di lokasi lain saja.

“Di dalam gasnya sangat terasa, tapi kalau diatas tidak. Jadi waktu mau pindah kak Pur masuk lagi dan mau mengambil sekop yang ketinggalan. Tapi dia tidak naik lagi karena sudah pingsan,” kenangnya.

Sementara itu, Kepala DLHP Muratara Zulkifli melalui Kabid Lingkungan Indrayani menuturkan, pihaknya akan melakukan penelusuran secara langsung informasi itu.

Pihaknya belum bisa memastikan itu gas atau apa, bisa jadi saat melakukan penggalian minim oksigen dan mengakibatkan korban pingsan.

“Kami akan cek dulu dan mengambil sampel dari sumur tersebut,” janjinya.

Jika sumur memang tercemar gas beracun. Tentunya akan ada dampak negatif yang ditimbulkan. “Tapi itu kita akan lakukan penelusuran dulu, baru bisa ambil kesimpulan,” tutupnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya