oleh

Pemecatan Tak Prosedural Oleh RSMP, Dua Dokter Ini Kembali Ajukan Gugatan.

Sumeks.co,- Disinyalir telah melakukan pemecatan yang dinilai tidak prosedural oleh pihak Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang, dua orang tenaga medis yakni Kepala Instalasi Gawat Darurat dr. Ferianto dan dr. Furi selaku dokter jaga RSMP kembali berencana akan mengajukan gugatan baru.

Hal itu disampaikan langsung oleh kedua dokter RSMP yang dipecat sepihak tersebut melalui kuasa hukumnya Daud Dahlan,SH, MH kepada awak media, Selasa (17/11).

“Ini jelas sangat membingungkan, proses hukum gugatan kami terhadap pemecatan yang dilakukan oleh pihak RSMP saat ini masih berlangsung dan tiba-tiba datang lagi surat pemecatan, terlebih sudah ada juga keluar hasil mediasi oleh Disnaker Kota Palembang yang meminta agar manajemen RS Muhammadiyah meninjau ulang SP3 yang telah dikeluarkan oleh pihak RSMP” ungkap Daud.

Menurut Daud hal itu sangatlah tidak wajar, yang berarti pemecatan yang dilakukan oleh pihak RSMP selain tidak prosedural juga tidak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

“Surat pemecatan diterima keduanya pada Senin (16/11) lalu ditandatangani langsung oleh Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) RSMP, yakni Dr H Suroso,PR, M.Pd.I dan Syarifuddin,SE selaku sekretaris. Yang kami sayangkan dan tak habis pikir mengapa antara surat SP1 hingga SP3 ditandatangani direktur RSMP sementara surat pemecatan oleh ketua dan sekretaris badan pelaksana harian RSMP”. Jelas Daud.

Untuk itulah dirinya selaku kuasa hukum kedua dokter yang telah mengabdi kurang lebih 10 tahun ini akan menempuh upaya hukum, pihaknya bakal terlebih dulu melapor ke Disnaker guna menanyakan apakah pemecatan yang dilakukan terhadap kliennya tersebut sudah benar.

Terpisah, humas RSMP Kholil Aziz dikonfirmasi menegaskan terkait proses pemecatan kedua tenaga medis oleh BPH RSMP ini sama sekali tidak melibatkan dirinya selaku humas.

“Kalau untuk masalah pemecatan itu kami sama sekali tidak dilibatkan karena itu memang wewenang dari BPH, sekali lagi kami tidak ada wewenang itu. Jadi mohon maaf jika tidak dapat memberikan jawaban,” tegas Kholil.

Sedekedar informasi, kedua tenaga medis RSMP, dr Feriyanto dan dr Furi Sulistyowati diberikan SP3 oleh manajemen RSMP adapun penyebabnya yaitu dianggap telah melakukan tindakan yang melampaui wewenang tanpa berkoordinasi terlebih dahulu kepada atasan masing-masing.

Keduanya dianggap bersalah dengan melakukan penutupan ruang IGD sementara Dr Fery yang merupakan kepala instalasi IGD RSMP tidak menghentikan upaya penutupan IGD. Diketahui keduanya melakukan tindakan tersebut dikarenakan merasa terpapar virus covid 19 dari 29 nakes yang dinyatakan positif di RSMP. (Fdl)

Komentar

Berita Lainnya