oleh

Pemerintah Geser Libur Nasional dan Hapus Cuti Bersama 

SUMEKS.CO – JAKARTA – Pemerintah kembali menetapkan perubahan hari libur nasional dan cuti bersama tahun ini. Keputusan yang dibuat mengubah dua hari libur nasional dan meniadakan satu hari libur cuti bersama. 

Kesepakatan itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menag, Menaker, MenPANRB Nomor 712/2021, Nomor 1/2021, Nomor 3/2021 tentang perubahan kedua atas keputusan bersama Menag, Menaker, MenPANRB Nomor 642/2020, Nomor 4/2020 tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2021.

“Sesuai dengan arahan Presiden untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan berkaitan dengan merebaknya penularan dan penyebaran Covid-19 yang sampai sekarang masih belum tuntas, maka ada peninjauan ulang terhadap masalah libur dan cuti bersama yang selama ini telah ditetapkan” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, Jumat (18/6).

Perubahan hari libur nasional cuti bersama tertuang dalam Diktum Kesatu SKB. Yakni, libur nasional tahun baru Islam 1443 Hijriah yang semula jatuh pada Selasa, 10 Agustus diubah menjadi Rabu, 11 Agustus.

Kemudian hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW yang semula hari Selasa, 19 Oktober diubah menjadi Rabu 20 Oktober dan cuti bersama Natal pada 24 Desember dihapuskan.

Sementara untuk hari raya Idul Adha 1442 Hijriah tetap pada Selasa 20 Juli, hari kemerdekaan 17 Agustus dan Natal 25 Desember. Menag Yaqut Cholil Qoumas menambahkan, pergeseran hari libur ini harus dipahami bahwa pemerintah ingin memahami psikologi atau kejiwaan umat beragama, khususnya umat Islam.

“Pandemi masih ada, belum hilang tapi hari libut tetap diberikan sebagai bentuk penghargaan terhadap umat beragama. Termasuk peniadaan cuti bersama 24 Desember. Ini sejalan dengan keinginan kita semua untuk menjaga seluruh masyarakat dari pandemi,” ujarnya.

Menaker, Ida Fauziyah menambahkan, pihaknya akan memberikam surat edaran ke sejumlah perusahaan melalui gubernur, bupati dan walikota. MenPANRB, Tjahjo Kumolo juga mengungkapkan, ASN sesuai ketentuan punya hak cuti tahunan. Tetapi, drmi kemaslahatan di masa pandemi, hak cuti untuk sementara ditiadakan.

“Pengertiannya, jangan sampai Sabtu, Minggu libur, kemudian hati besar keagamaan Selasa libur terus ASN semua minta cutinya hari Senin. Cari cutinya hati lain,” ujarnya. Menurutnya, istilah cuti bersama akan hilang sehingga semua akan konsentrasi pada kesehatan masyarakat.

Ia juga menambahkan, SE 67 masih berlaku, tak ada istilah kantor tutup atau lockdown. “Karena pelayanan pada masyarakat harus tetap jalan, tapi masing-masing kementerian, lembaga, instansi dan Pemda, sesuai zona merah yang diputuskan Satgas Penanganan Covid-19, bisa kerja 50 persen di kantor-rumah, 75 persen kerja di kantor dan 25 persen kerja di rumah.

Jika staf-nya banyak yang positif, bisa 10 persen tidak apa-apa asal kantor tidak tutup, karena lebih banyak pandemi itu menularnya dari luar perkantoran,” katanya.(rei)

Komentar

Berita Lainnya