oleh

Pemilik Ladang Ganja Diringkus

-Hukum-1.738 views
PAGARALAM – Setelah melakukan pengintaian di lokasi perkebunan kopi. Akhirnya jajaran Satres Narkoba Polres Pagaralam berhasil meringkus pemilik ladang ganja. Adalah Yanto alias Sugi di perkampungan Talang Tinggi, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Lahat.

“Kita intai cukup lama. Saat itu anggota kita sudah tiba terlebih dahulu. Namun pemiliknya tidak ada di pondok,” ungkap Kasat Narkoba, AKP Syafarudin, hari ini.

Setelah ditunggu, ternyata pemilik ladang ganja tak kunjung datang hingga Rabu (16/1) sore. Barulah informasi dari warga setempat. Jika tersangka berada di pemukiman talang di tengah perkebunan kopi.

“Tersangka pemilik tanaman ganja, kita tangkap di talang,” ucap AKP Syafarudin. Seraya menambahkan tim Satres Narkoba sempat menginap semalam. Karena tidak dimungkinkan langsung pulang ke Mapolres lantaran medan yang dilalui sangat sulit menuruni perbukitan.

Sementara Kapolres Pagaralam, AKBP Trisaksono Puspo Aji SIk MSi mengatakan. Penemuan tanaman ganja berumur sekitar 7 bulan ini. Atas pengembangan dari penangkapan pengedar ganja belum lama ini.

“Lokasinya di wilayah perbatasan, namun masuk wilayah hukum Polres Pagaralam. Barang bukti sebanyak sembilan batang ganja sudah diamankan beserta tersangkanya,” kata Kapolres disela press conference dengan awak media.

Disinggung mengenai kebaradaan tanaman ganja. Yang disinyalir masih ada di kawasan perkebunan kopi yang jauh dari pemukiman penduduk ini.  Jawab Kapolres, pihaknya berserta Polres Lahat tetap akan melakukan pendalaman. Kasus temuan ladang ganja ini dilimpahkan ke Polres Lahat berikut tersangka dan barang buktinya. “Peredarannya masih kita dalami, siapa lagi yang terlibat. Satu kilogram daun ganja segar ini, dijual Rp 1 juta,” sebutnya.

Ada Pembeli Langganan

Sementara Yanto alias Sugi kepada awak media mengaku. Tanaman ganja ini berasal dari biji ganja yang didapat di daerah Lintang. “Saat itu, saya dapat dari berburu di Lintang, Pak,” akunya.

Sedangkan bagaimana daun setan ini dijual. Jawab pria yang sudah lama berladang di kawasan Talang Tinggi ini mengaku, pembelinya datang sendiri ke kebun kopinya. “Tanaman ganja ini ditanam di kebun kopi, Pak. Mereka yang beli, ada motong sendiri dibatangnya. Pembelinya hanya satu orang. Sudah sekitar empat kali dia datang. Satu kilo daun ganja ini aku jual 1 juta, pak,” pungkasnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya