oleh

Pemindahan Kuncir Toga oleh Rektor hanya Lulusan Terbaik, UIN Raden Fatah Gelar Wisuda ke 73 Secara Virtual

SUMEKS.CO- PALEMBANG– Sejumlah 900  wisudawan dan wisudawati UIN Rafen Fatah (RF) Palembang ikuti wisuda ke 73 secara virtual zoom meeting, Sabtu (4/7) . Rektor dan Senat berada di Gedung Utama Kampus saat sambutan sidang senat terbuka. Sedangkan wisudawan dan wisudawati berada di tempat masing masing.

Meraka para wisudawan /wisudawati ada di rumah, ada di kosan, ada di kantor dan ada di dekat kampus. Mereka ada yang duduk depan laptot, handphone terlihat sendiri, ada yang ramai – ramai di depan laptop pakek aplikasi zoom.

Prof DR Muhammad Sirozi menyampaikan sambutan terbuka bagi Wisudawan dan Wisudawati Sarjana ke-73 di laman media sosial mengatakan,  sudah berjalan empat bulan sejak Maret 2020, UIN RF telah membatasi berbagai kegiatan untuk menghindari bahaya pandemi Covid1_9. Mulai dari perkuliahan hingga pelaksanaan wisuda yang digelar secara Daring atau Online.

Rektor menyampaikan  bahaya Coronavirus Disease  atau Covid-19 benar adanya meskipun virus tersebut tidak kasat mata. Bahkan civitas UIN RF juga telah menjadi korban keganasan Covid-19.

“Kita menerapkan stay at home dan work from home, social and physical distancing, menggunakan masker dan lebih sering menggunakan masker. Namun masih saja beberapa orang terkena virus tersebut. Oleh sebab itu, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di almamater kita, UIN RF sejak awal Maret 2020 sudah membatasi aktivitas offline dan diganti dengan online,” ungkapnya.

Wisuda daring UIN Radan Fatah Palembang. Antara;Feny

Pelaksanaan wisuda sarjana secara daring adalah blessing in disguise, karunia di balik krisis karena sangat meringankan beban pendanaan.

Para wisudawan dan wisudawati mengaku kurang puas dengan prosesi tapi, semua ada hikmahnya di masa pandemi ini. Apalagi terlihat  sambutan Menteri sepertinya rekaman. Bukan live  ”Ya Rekaman untuk  Perguruan Tinggi Keagamaan,”kata seorang dosen.

Usai mengikuti prosesi secara daring, mereka terlihat foro bersama dengan keluarga yang sempat hadir. Dan setelah itu mereka ke studio foto untuk mengabadikan.

Sejumlah wisuda daring juga dilakukan sebelumnya di sejumlah kampus di Indonesia. Mereka terlihat sedih saat prosesi wisuda yang lain dari biasanya. Ada yang lucu, dan sedih, ketika kuncir toga itu dipindahkan oleh kawannya sendiri atau dipindahkan oleh orangtuanya masing masing.”Di sini UIN RF hanya perwakilan lulusan terbaik saja. Kami yang luluasan  biasa pindah kuncir sendiri,”jelasnya, sedih. (tjo/rc/mg3).

Komentar

Berita Lainnya