oleh

Pemkot Palembang Akui Penurunan Kemiskinan Masih Lamban

PALEMBANGPenurunan angka kemiskinan di Kota Palembang saat ini masih terbilang lambat. Untuk mempercepatnya, dibutuhkan peran serta dari semua stakeholder terkait. Dan hendaknya semua pihak harus menunjukkan aksinya daripada hanya berkutat dengan data.

“Mengentaskan masalah kemiskinan di Kota Palembang ini semua pihak terkait harus benar-benar beraksi. Percuma mengadakan rapat tapi tidak ada action,” tegas Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda. Saat membuka Rakor Pelaksanaan Program dan Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan Kota Palembang di Aula Bappeda dan Litbang Kota Palembang, Senin (15/4).

Menurut Fitri, segala ide yang bagus seharusnya juga diimbangi dengan kegiatan nyata di lapangan. Percuma kalau tidak turun ke lapangan dan tidak mendengarkan keluhan masyarakat.

“Melalui kepala dinas masing-masing mari sama-sama kita bangun kebersamaan mewujudkan apa yang diinginkan,” ajak Fitri.

Sementara itu, Kepala Bappeda dan Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi mengungkapkan. Setelah disahkannya RPJMD Kota Palembang dengan demikian visi dan misi Walikota-Wawako Palembang dapat diimplementasikan melalui program yang benar-benar tepat. Terlebih dalam menurunkan angkanya di Kota Palembang hingga satu digit.

“Pada 2020 atau 2021 nanti kita berharap  tidak lagi dua digit. Saat ini kan angka kemiskinan kita berada di 10,95 persen. Untuk itu kita perlu komitmen dari seluruh Kepala OPD,” harap Harrey.(ety)

Komentar

Berita Lainnya