oleh

Pemprov Ajukan Penambahan Lahan KEK TAA

PALEMBANGPemprov Sumsel berencana mengajukan revisi terhadap Peraturan Pemerintah (PP) No 51 Tahun 2014 tentang KEK Tanjung Api Api (TAA). Pengajuan revisi terkait penambahan lahan KEK TAA seluas 2.500 hektar yang berada di Desa Sungsang 1, 2 dan 3. Penambahan lahan tersebut untuk mempercepat pembangunan KEK TAA. Pasalnya, lahan yang bakal ditambah diberikan secara gratis melalui kerjasama be to be dengan PT Tri Patria Group selaku pemilik lahan.
Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan selama ini pembangunan KEK TAA terkendala pembebasan lahan yang sulit direalisasikan dengan APBD. Lahan yang baru dibebaskan untuk lokasi KEK TAA baru seluas 67 hektar dengan total anggaran pembelian sekitar Rp 50 miliar. Sementara untuk lokasi lahan yang diperlukan seluas 2030 hektar lagi.

“Untuk pembebasan lahan dengan APBD cukup tinggi. Dan membutuhkan proses. Sekarang ada yang bersedia memberikan lahannya untuk pengembangan KEK TAA. Yakni PT Tri Patria Group yang masih dimiliki keluarga Pak Ryamizard. Polanya kerjasama be to be. Jadi kami ajukan revisi aturan KEK TAA ke pemerintah pusat,” kata Deru saat dibincangi, Sabtu (5/1) usai menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu serta jajaran Dewan KEK TAA di Griya Agung.

Deru mengatakan pengajuan revisi masih memerlukan beberapa item administrasi untuk dilengkapi. Seperti perubahan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Banyuasin, pengurusan Amdal dan beberapa dokumen lainnya. Sehingga, pihaknya membentuk tim untuk melakukan percepatan proses tersebut.

“Saya sudah bentuk tim. April nanti sudah harus selesai. Sehingga pertengahan tahun sudah bisa groundbreaking,” katanya. (kos)

 

Komentar

Berita Lainnya