oleh

Pemprov Sumsel Dorong Pemuda HKTI Jadi Aktor Agropreneur, Wagub: Bertani Itu Nilainya Tinggi

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Mawardi Yahya menyertai pelantikan Pengurus Dewan Pengurus Daerah Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD Pemuda HKTI) Sumsel periode 2020-2025 oleh Ketua Umum DPN Pemuda Tani HKTI, Rina Sa’adah, di Auditorium Bina Praja, Senin (22/2).

Rina Sa’adah menyampaikan, terhadap ketua sekaligus jajaran pengurus yang baru dilantik harus dengan konkret menjalankan tugas yang dimandatkan organisasi. Diantaranya, menciptakan produk hasil pertanian yang unggul dan bernilai jual tinggi.

“Pemuda Tani HKTI fokus dalam menciptakan dan membentuk pemuda menjadi seorang agropreneur. Mendorong pertanian yang, selama masa pandemi ini terdampak secara ekonominya. Masyarakat harus diyakinkan kalau negara kita ini negara agraris. Dari situlah peluang ini perlu dikembangkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sa’adah mengatakan, jumlah petani di Indonesia sedikitnya ada 13,15 persen dari total jumlah penduduk. Kondisi mereka semakin terbebani dengan banyaknya alih fungsi lahan untuk dibangun menjadi wilayah industri. Ditambah lagi peristiwa climate change yang membuat jadwal antara musim tanam dan musim panen sulit diperkirakan.

“Kita harus melakukan berbagai upaya. Sudah menjadi tugas kita bersama, mendorong sdm unggul Insyallah Dengan hadirnya mereka ini mudah-mudahan, akan mendapatkan suatu energi positif untuk menghadapi permasalahan pertanian khususnya Sumsel,” imbuhnya.

Ketua DPD Pemuda Tani HKTI Sumsel terpilih, Syahrin menegaskan, kalau program yang dibuat KHTI pusat akan terkonsolidasi dibawah kepemimpinannnya. Sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan pendataan berupa verifikasi anggota yang kini tersebar di 11 kabupaten kota. Sekaligus juga, melakukan klasifikasi komoditi pertanian dimasing-masing daerah. Untuk mempermudah pengembangannya dan menciptakan produk yang berkualitas jual.

“Untuk menjasi jalan keluar atas permasalahan yang dialami petani-petani kita di daerah sekarang ini. Yang mana terkendala dalam hal tidak sesuai antara pengeluaran petani dan pendapatannya. Banyak hal yang mempengaruhinya hasil panen dihargai renda dipasar,” ungkapnya.

Klasifikasi tersebut misalnya, sambung Syahrin, daerah Lahat unggul Kopinya, Banyuasin unggul Padinya, atau juga Pagaralam unggul buah melon dan sayur-sayurnya. “Insyallah kedepan kita konkretkan secara bersama-sama, demi mewujudkan kemaslahatan petani,” tukasnya.

Sementara itu, Wagub H Mawardi Yahya menyampaikan pemerintah provinsi menaruh harapan yang besar dalam keoptimisan para pemuda yang telah perduli dengan Pertanian Sumsel. Ia mengrapkan semangat tersebut dapat menyebar kesemua kalangan remaja terkhusus dapat membawa mereka kerja lebih produktif dan maju dan tak menjadi pengangguran.

“Selamat untuk pengurus Pemuda Tani HKTI Sumsel. Saya berpesan Tidak ada hal lain yang lebih kuat dibandingkan dengan ketahanan pangan. Tetap semangat, bangunkan pemuda lainnya untuk mulai bertani sebab bertani itu nilainya tinggi dan mulia,” pungkasnya (bim)

Komentar

Berita Lainnya