oleh

Pemuda NU Sulsel Tak Sabar Menangkan Paslon 01

MAKASSAR – Ada ekspektasi tinggi dari kalangan tokoh dan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di Sulawesi Selatan. Terhadap Master C19 Portal KMA. Relawan Capres-Cawapres nomor urut 01 itu diminta menjadi penggerak kaum muda di sana. Harapan itu terungkap dalam konsolidasi para tokoh dan generasi muda NU. Bersama Portal KMA Sulawesi Selatan, di Makassar, Kamis (21/2).

Salah satu tokoh NU, Andi Jamaro mengungkapkan. Kalangan nahdliyin butuh dorongan agar segera bergerak. “Kami berharap Gus Oqi (Ahmad Syauqi, putera KH Ma’ruf Amin) sebagai pembina Portal KMA. Bisa ikut menyampaikan kondisi di lapangan kepada Tim Kampanye Nasional (TKN) agar NU Sulsel segera digerakkan,” ujar Andi.

Senada diungkapkan Ketua Ansor Kota Makassar, Muhammad Harun. Menurutnya, perlu dikonsolidasikan kembali generasi Muda NU Sulsel. Baik yang aktif di struktural badan otonom NU, maupun yang aktif di gerakan kultural. “Penting membentuk yang langsung berjejaring dengan tim Abah. Banyak anak-anak muda NU di luar struktur NU yang perlu dirangkul. Jika mesin ini bergerak, insya Allah kita bisa menangkan Pilpres ini” ujarnya.

Ketua Dewan Pembina Master C19 Portal KMA, Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin (Gus Oqi). Menyambut baik harapan para tokoh dan pemuda Nahdlatul Ulama di Sulsel. Dia pun mengajak berbagai elemen NU di Sulsel untuk bersinergi. Dan bergerak bersama dalam memenangkan Pilpres 2019. “Kita saling menguatkan saling membackup. Mudah-mudahan bisa saling membantu. Portal KMA memang berkomitmen membantu TKN dan TKD. Tapi dalam porsi sebagai santri KMA. Portal KMA sebagai titik konsolidasi para relawan siap untuk bersinergi,” tandas Gus Oqi.

Direktur Master C 19 Portal KMA, Doddy Dwi Nugroho menambahkan. Komitmen bersama yang terbangun dalam konsolidasi tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh relawan pemenangan pasangan calon nomor 01. “Kami berharap komitmen dan agenda yang telah dirancang berjalan efektif dan maksimal. Para tokoh NU, kyai dan aktivis muda NU yang berkumpul ini diharapkan bisa memperkuat. Sekaligus memperluas simpulnya. Momentum politik ini harus jadi instrumen menggerakkan NU baik struktur maupun kultural,” ucapnya.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya