oleh

Pemukul Mahasiswi Saat Salat Infonya Banyak Utang

SAMARINDA – Polisi terus memburu Muhammad Juhairi, 45, terduga pelaku pemukulan mahasiswi bernama Merrisa Ayu Ningrum yang sedang salat di Masjid Al Istiqomah, Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

Tim gabungan kepolisian menelusuri kediaman terduga pelaku di Kecamatan Sangasanga, Kukar.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono menjelaskan, dari hasil penelusuran, Juhairi terkenal irit bicara.

“Warga sekitar kediamannya bilang baik-baik saja, tapi infonya banyak utang,” sebut perwira melati satu tersebut saat ditemui di Mapolresta Samarinda.

Kepolisian melacak Juhairi terus-menerus karena sering berpindah tempat. “Bisa jadi sembunyi di kediaman rekannya,” tegasnya.

Juhairi diketahui sempat singgah ke beberapa tempat, selain kediamannya di Sangasanga, kepolisian sempat mendeteksi keberadaannya di Loa Kulu, Kukar, dan di Bengkuring, Samarinda.

Sudarsono menegaskan, pengejaran terhadap Juhairi berdasar keterangan Merrisa Ayu Ningrum selaku korban dan rekaman closed circuit television (CCTV). Terlebih korban sempat berkomunikasi dengan pelaku.

“Saat tanya (lokasi) toilet,” ucap Ayu. Dia pun masih ingat ciri-ciri pakaian Juhairi saat menanyakan hal itu.

Kepolisian telah menyimpan kayu sepanjang 1 meter di lingkungan masjid. Diduga jadi alat pelaku untuk memukul korban yang tengah menjalankan salat, Jumat (28/12). “Kami juga sudah pelajari rekaman CCTV, arahnya memang mau seperti mencuri,” tegasnya.

Untuk diketahui, Juhairi juga terlibat kasus penggelapan motor. Hanya, tentang itu, Sudarsono tidak memerincikan. “Kasus itu yang menangani adalah kepolisian setempat (Sangasanga), bukan Samarinda,” ucap dia.

Sudarsono menjelaskan, tim tersebut terdiri dari empat polsek. Mulai Polsek Sungai Pinang sebagai pemilik wilayah hukum yang daerahnya sempat menjadi lokasi persembunyian terduga pelaku. Ada pula Polsek Palaran yang bertetangga dengan Sangasanga.

Dibantu oleh Polsek Samarinda Ulu dan Sungai Kunjang. Termasuk Satreskrim Polresta Samarinda, pihak penerima aduan korban.

Ayu mengatakan, sejak pemukulan tersebut, dia mengaku masih alami nyeri pada bagian mata. Mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Samarinda itu mengatakan menyerahkan penyelesaian kasus seluruhnya kepada kepolisian.

Adapun Sudarsono berharap kejadian pemukulan itu tak terulang. “Beberapa tempat ibadah (masjid) juga sedang kami awasi, program salat Subuh di masjid untuk polisi juga bagian dari pengawasan,” pungkasnya. (*/dra/ndy/k16)

 

Komentar

Baca Juga