oleh

Penampakan Anak Gunung Krakatau yang Mengerikan

Gelombang tsunami menerjang sejumlah daerah di Banten dan Lampung Selatan, Sabtu (22/12), sekitar pukul 21.30 WIB. Peristiwa ini cukup mengejutkan karena tsunami datang tanpa didahului gempa bumi seperti yang biasa terjadi.

Akibatnya cukup mengerikan: 281 orang meninggal dunia (data sampai Senin pagi), 28 orang hilang, serta 843 lainnya mengalami luka-luka.

Gumpalan abu vulkanik ketika Anak Krakatau meletus, 23 Desember 2018, dalam gambar ini diperoleh dari media sosial. Foto: Susi Air / via REUTERS.

Sehari setelah tsunami menerjang, baru diketahui dugaan penyebab gelombang tinggi tersebut, yakni karena aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berdiri di Selat Sunda.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rudy Suhendar, menduga penyebab tsunami adalah letusan Gunung Anak Krakatau.

Gumpalan abu vulkanik ketika Anak Krakatau meletus, 23 Desember 2018, dalam gambar ini diperoleh dari media sosial. Foto: Susi Air / via REUTERS.


Rudy menyebutkan Gunung Anak Krakatau meletus pada Sabtu (22/12) pukul 21.03 WIB. Lalu, pada pukul 21.27 WIB, gelombang tsunami menerjang wilayah Banten dan Lampung. Namun penyebab pasti tsunami yang menerjang wilayah Banten masih terus diselidiki. (int/jpg)

 

Komentar

Berita Lainnya