oleh

Penangguhan Penahanan Terdakwa Yang Sekaligus Pelapor Dikabulkan, Daud Dahlan: Ini Tidak Adil!

SUMEKS.CO,- Ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Palembang Rabu (20/1) dengan agenda mende mendadak ricuh lantaran salah seorang pengunjung sidang bernama Rahma yang merupakan ibu dari terdakwa Mei Priansyah (31) perkara dugaan penganiayaan sebelum majelis hakim menutup sidang terlihat emosi dengan nada meninggi meminta keadilan untuk anaknya yang saat ini menjadi terdakwa.

Bukan tanpa sebab, ibu terdakwa ini tidak terima mengenai status penahanan pelapor sekaligus menjadi terdakwa kasus penganiayaan (saling melapor) yang ditangguhkan menjadi tahanan kota dengan alasan sakit

“Saya minta keadilan pak, sekiranya permohonan penangguhan penahanan anak saya dari tahanan Polrestabes menjadi penahanan kota juga dapat dikabulkan, dan saya siap menjamin itu,” ujar Rahma dengan nada meninggi dihadapan majelis hakim diketuai Efrata Hepi Tarigan SH MH.

Lalu, mendengar hal itu majelis hakim pun mencoba menenangkan ibu terdakwa dan menganjurkan penasihat hukumnya Daud Dahlan SH MH dan Romaita SH untuk kembali mengajukan permohonan penangguhan yang sempat ditolak terhadap penahanan terdakwa.

Sebelumnya, dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang M Arief Budiman SH menghadirkan tiga orang saksi termasuk diantaranya adalah saksi Bismi yang juga menjadi terdakwa atas perkara penganiayaan terhadap korban Mei Priansah (berkas split/saling melapor).

Dalam keterangannya, saksi Bismi mengatakan kejadian bermula saat terdakwa telah menuduh dirinya membawa kabur istri terdakwa, penganiayaan itu terjadi saat mobil saksi Bismi dihentikan oleh mobil terdakwa dan langsung menggeledah mobil saksi Bismi.

“Saat tahu mobil saya kosong, lalu terdakwa memukul saya beberapa kali dibagian dada yang sebelumnya saya tidak pernah kenal dan tidak pernah ada masalah dengan terdakwa,” terang Saksi Bismi.

Dikarenakan jaringan internet mengalami gangguan, Majelis hakim kembali akan melanjutkan persidangan pada Kamis (21/1) besok dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh JPU.

Ditemui usai sidang, Daud Dahlan SH MH selaku penasihat hukum terdakwa memaklumi tindakan yang dilakukan secara spontan oleh ibu terdakwa yang turut hadir didalam persidangan.

“Kami juga merasa sangat kecewa, penangguhan yang kami ajukan sempat ditolak, apa bedanya dengan Bismi yang juga kami laporkan kasus penganiayaan terhadap klien kami, ini tidak adil” Ungkap Daud.

Untuk itu, senada dengan ibu terdakwa, Daud berharap agar majelis hakim dapat memenuhi rasa keadilan dengan mengabulkan permohonan penangguhan penahanan menjadi tahanan kota dikarenakan kliennya juga sebagai korban atas penganiayaan yang dilakukan oleh Bismi. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya