oleh

Pencuri Sarang Walet di Pesantren Divonis Bebas

-Hukum-156 views

Bulan Ramadhan sepertinya menjadi berkah bagi Alamsyah (31), Darwin (38) dan Mujiburrohman (42), semuanya warga Kecamatan Sungai Lilin, Muba.

Ketiga terdakwa kasus dugaan pencurian sarang burung walet itu, divonis bebas majelis hakim, Kamis (16/5).

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sekayu yang diketuai Arlen Veronica SH, menyatakan, ketiga terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar dakwaan yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Muba. Yakni Pasal 363 KUHP Ayat (1) ke-3, ke-4, dan ke-5.

Tak pelak, ketiga terdakwa yang
mengenakan rompi warna orange tersebut langsung berderai air mata.

Ruang sidang yang sempat tegang berubah jadi momen haru.

“Kami ucapkan terima kasih kepada majelis hakim dan semua pihak. Kami sangat senang dengan putusan ini,” ujar terdakwa Darwin, dibincangi usai sidang putusan.

Sementara terdakwa Mujiburrohman alias Anang, menganggap putusan hakim menjadi berkah bagi dia dan keluarganya.

Apalagi vonis bebas ini dijatuhkan saat bulan puasa. “Senang sekali pak, tadi disambut keluarga. Kami sudah 6 bulan ditahan, kami bisa bebas dan senang bisa berlebaran nantinya,” ucapnya.

Sebelumnya, ketiga ditangkap
pihak kepolisian karena diduga telah melakukan pencurian sarang burung walet. Yakni di rumah walet Pondok Pesantren Assalam Al Islamy, Desa Srigunung, Kecamatan Sungai Lilin, Selasa (12/6/2018) sekitar pukul 02.00 WIB. (kur)

Komentar

Berita Lainnya