oleh

Pendaftaran Calon ASN Dibuka Hari Ini

-Nasional-232 views

SUMEKS.CO – Hingga pukul 18.35 kemarin (10/11) sudah ada 385 instansi yang sudah mengisi formasi rekrutmen ASN.Ini sejalan dengan pendaftaran rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) mulai dibuka hari ini (11/10). Pemerintah membuka tiga jalur, yakni calon pegawai negeri sipil (CPNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan kedinasan. Meski begitu, masih ada beberapa instansi yang belum membuka pendaftaran.

“Diharapkan bisa selesai validasi malam ini dan diumumkan besok (hari ini, red). Yang belum selesai karena revisi formasi, pengumumannya akan menyusul,” terang Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana, kemarin.

Mengenai kesiapan server, alumnus teknik mesin Institut Teknologi Surabaya itu mengaku siap. Didukung dengan sistem Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Berkaca dari tahun lalu, sebanyak 4,5 juta pendaftar mengakses web sistem seleksi calon ASN (SSCASN) di hari pertama pendaftaran.

Bima memperkirakan, mayoritas pendaftar akan melihat-lihat lowongan dan menghitung potensi kompetisinya. Mengantisipasi pendaftaran di hari-hari terakhir. “Antisipasinya di angka itu (4,5 juta orang). Biasanya pendaftar window shopping dulu. Mereka sudah banyak belajar dari pengalaman tahun lalu,” ujar bapak tiga anak itu.

Dia berharap sistem tidak kacau seperti tahun lalu. Apalagi, waktu pendaftaran dibuka selama 14 hari. Mulai 11 hingga 24 November mendatang. Bima juga mengingatkan agar pendaftar membaca dengan teliti formasi dan syarat pendaftaran yang dipilih. Terutama lokasi dan kualifikasi pendidikan. “Sebab, tahun lalu banyak sekali yang gagal di seleksi administrasi karena tidak teliti membaca,” jelasnya.

Bima mengakui jika proses pembukaan pendaftaran tidak seluruhnya serentak. “Sebagian kecil belum diumumkan,” kata dia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) termasuk instansi lain kemungkinan menyusul proses pembukaan pendaftaran.

Menurut Bima, Kemendikbud masih belum selesai proses merger dengan pendidikan tinggi. Sedangkan, Kemenkeu meminta untuk diumumkan 13 November mendatang. “Karena akan dipresentasikan ke pimpinan dahulu,” terangnya. Meski begitu, pemerintah tetap membuka layanan komplain bila dalam seleksi nanti masih ada yang protes jika tidak lolos tes administrasi.

Bima juga menunjukkan surat pengumuman formasi CPNS Kabupaten Pulau Morotai. Yang menarik, surat tersebut ditujukan kepada ‘para pencari kerja dimana saja berada’. “Mungkin saja saking takutnya tidak ada pendaftar di daerah terpencil,” ucapnya.

Meski terlihat agak konyol, namun hal tersebut menunjukkan tidak meratanya persebaran ASN di Indonesia. Bima mengakui itu sulitnya mencari pendaftar untuk menjadi ASN dokter, teknisi, dan guru untuk daerah 3T (tertinggal, terdepan terluar).

Yang lebih jadi masalah, lanjut Bima, ada pemerintah daerah yang sering memilih putra daerahnya sendiri. Karena tekanan pencari kerja tinggi. Tidak ada koordinasi dengan pemerintah pusat. Khususnya, Papua dan Papua Barat. “Akibatnya selalu antara kebutuhan dan ketersediaan tidak nyambung,” keluhnya. Belum lagi ditambah masalah kualitas sumber daya manusia di Indonesia yang belum merata.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kemen PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja menuturkan, pemerintah memberikan kesempatan kepada peserta tes CPNS protes, bertanya maupun menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil seleksi administrasi. Masa sanggahan diberikan selama 3 hari. Mulai dari 16 sampai 19 Desember mendatang. Nantinya, keputusan apakah sanggahan tersebut diterima atau ditolak akan diumumkan pada 26 Desember.

”Kami ingin meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penerimaan CPNS. BKN akan membuka pos pengaduannya online maupun hotline dari BKN. Dan administrasi itu yang menyeleksi instansi tujuan pelamar,” tutur Setiawan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menegaskan rekrutmen CPNS menggunakan sistem yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik KKN. “Membangun profesionalisme birokrasi, termasuk penerimaan CPNS yang pelaksanaannya dilakukan secara profesional,” jelas Menteri Tjahjo.

Menteri Tjahjo mengungkapkan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, mulai tahun 2019 fokus pemerintah adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM). Maka, prioritas rekrutmen CPNS kali ini untuk memenuhi kebutuhan SDM di bidang pendidikan, kesehatan, dan tenaga teknis atau profesional lainnya. Rekrutmen tahun ini mengutamakan prinsip zero growth, yakni menggantikan jumlah PNS yang pensiun, dikecualikan bagi tenaga pendidikan dan kesehatan.

Para calon pelamar diharapkan berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan yang berkaitan dengan proses penerimaan CPNS. ”Perlu kami informasikan bahwa tidak ada satu orang atau pihak manapun yang dapat membantu kelulusan,” tegas Menteri Tjahjo.

Seperti diketahui penetapan formasi berdasarkan pada analisis jabatan dan analisis beban kerja. Total kebutuhan ASN sebanyak 197.111 formasi terdiri dari instansi pusat 37.854 formasi dan daerah 159.257 pemda. Merujuk dari data e-formasi, formasi CPNS yang ditetapkan sebanyak 152.250 formasi.

Jenis formasi yang dibuka tahun ini terdiri dari formasi umum dan formasi khusus. Untuk formasi khusus antara lain cumlaude, diaspora, putra/i Papua dan Papua Barat, disabilitas, serta formasi lainnya yang bersifat strategis.

Pada bidang pendidikan, formasi yang disiapkan sebanyak 65.397, dan bidang kesehatan sebanyak 34.038 formasi. Sedangkan untuk jabatan fungsional, disiapkan formasi sebanyak 31.912. Sementara pelaksana teknis, dibuka 20.903 formasi. “Jadi pengadaan ASN harus sejalan dengan pembangunan nasional, pembangunan daerah, dan potensi daerah. Inilah yang dimaksud dengan keahlian atau jabatan teknis berkeahlian yang spesifik,” ungkap Setiawan (tim/ful/fin)

Komentar

Berita Lainnya