oleh

Pendakian Dinyatakan Ditutup

PAGARALAM – Akses pendakian ke Puncak Dempo dinyatakan ditutup untuk umum. Ini dilakukan supaya jalannya operasi SAR terhadap Fikri (19) dan Jumadi (26) tak terganggu. Koordinator Pos SAR Pagaralam, Lettu (SAR) Alparis ZM SSos mengatakan, pendakian ditutup sejak Selasa (22/10). “Jadi pendakian untuk umum baik lewat tugu Rimau maupun Kampung IV ditutup dulu. Kecuali pendakian untuk operasi SAR,” ujar Alparis kemarin.

Dijelaskan Alparis, penutupan akses pendakian bagi umum itu dilakukan supaya jalannya operasi SAR terhadap Fikri (19) Jumadi (25) berjalan lancar. Tim SAR juga bisa fokus untuk melakukan operasi. “Juga untuk menghormati bahwa suasana saat ini sedang musibah,” tambahnya.

Pantauan kemarin di jalur pendakian di Tugu Rimau memang nampak lumayan sepi. Yang mendaki hanyalah mereka yang akan ikut mencari Fikri dan Jumadi. Selain dari Pagaralam, para relawan ini juga berasal dari Jambi.

Dorong Pendirian Dapur Umum

DAPUR umum dirasa perlu didirikan di dekat Posko tim SAR gabungan di Tugu Rimau. Ini supaya tim SAR gabungan tak kesulitan mendapatkan pasokan logistik. “Kalau hanya mengandalkan Basarnas saja, (logistik) tidak cukup. Jumlah anggota tim SAR gabungan ini banyak,”ujar Koordinator Pos SAR Pagaralam, Lettu (SAR) Alparis ZM SSos, ditemui kemarin.

Belum lagi bila operasi SAR berlangsung lama. Kebutuhan logistik yang cukup kata Alparis, sangat penting. Logistik ini terutama sekali untuk tim yang melaksanakan SAR di puncak Dempo. Karena itu Alparis berharap supaya Pemkot Pagaralam melalui dinas terkait dapat mendirikan dapur umum. Di dapur inilah logistik untuk tim SAR gabungan dapat dipasok. “Apalagi pendaki yang hilang ini kan masuk dalam kategori musibah yang informasinya sudah mencapai skala nasional,”ujarnya.

Akbar, seorang relawan juga mengatakan hal yang senada. Ia bilang selama ini, logistik adalah masalah klasik yang sering menghinggapi operasi SAR. Relawan ujar dia, seringkali kesulitan mendapatkan pasokan logistik. Akibatnya para relawan harus membawa sendiri perbekalannya. “Iya kalau bekal itu banyak, kalau sedikit kan sulit juga untuk bertahan berhari-hari,”ujarnya. Karena itu Akbar meminta supaya dapur umum segera didirikan.

Wali Kota Pagaralam Alpian SH sementara itu mengatakan, akan mengkoordinasikan perihal kebutuhan dapur umum ke dinas sosial (Dinsos).

Diamuk Badai

SELAIN lokasi, faktor cuaca juga jadi kendala tersendiri bagi tim SAR gabungan untuk menemukan keberadaan Fikri dan Jumadi. Kata Koordinator Pos SAR Pagaralam, Lettu (SAR) Alparis ZM SSos, tim SAR gabungan sempat diamuk badai, ketika berada di puncak Dempo.  “Semalam (kemarin malam, red) itu sempat ada badai di puncak. Anginnya sangat kencang,” ujar Alparis, ketika ditemui di Posko Tugu Rimau.

Bersamaan dengan itu lanjut Alparis, suhu di puncak Dempo turun drastis. Hawa dingin pun menyergap kulit. Untunglah tim di sana mampu bertahan. “Kami terus memonitor mereka,” ujarnya. Untuk logistik tim di puncak Dempo, akan dipasok tim selanjutnya yang diberangkatkan secara bergelombang. (ald)

Komentar

Berita Lainnya