oleh

Pendapat IDI dan Evaluasi Dinkes : Palembang Belum Layak New Normal, PSBB Diperpanjang

Sumeks.co – Walikota Harnojoyo belum mengungkapkan hasil evaluasi dan kelanjutan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Palembang secara gamblang. Namun, Kota Palembang disebutnya sedang dalam persiapan menuju New Normal.

Sebab sampai saat ini, berdasarkan indeks angka penularan, Harnojoyo menilai jika PSBB sudah berhasil. Disebutkannya, pada tanggal 23 Mei lalu, indeks angka penyebaran berdasarkan angka Rt (reproduksi pada waktu; ukuran infeksi virus) 1,92 berhasil diturunkan menjadi 0,92 pada 31 Mei.

“Kelihatannya (PSBB) berhasil dan akan kita tekan sampai dibawah 0,5,”ujarnya kepada awak media usai rapat di Rumdin, Jl Tasik pada Senin (1/6) sore. Oleh sebab itulah, kota Palembang bersiap menuju new normal. Dimana PSBB sendiri disebutnya merupakan bagian dari persiapan tersebut.

Lalu bagaimana persisnya kelanjutan dari PSBB kota Palembang? Harnojoyo akan menjelaskannya  besok (2/6) persis 14 hari setelah PSBB kota Palembang diterapkan.

Hanya saja, indikator jika PSBB akan diperpanjang disampaikan oleh Ketua IDI Palembang Dr. dr. Zulkhair Ali, SpPD, KGH, FINASIM yang dibincangi di tempat yang sama. “Untuk saat ini, kita belum ke new normal, tapi kita menuju kesana. Karena masih cukup tinggi kasusnya,”kata dia.

Zulkhair menyebut jika pihaknya dan Pemkot Palembang di dalam rapat tersebut sepakat untuk memperpanjang persiapan menuju New Normal (PSBB) dalam kurun waktu tertentu yang bergantung kepada kerjasama semua pihak dan kesadaran dari masyarakat.

“Kita (IDI dan Pemkot Palembang) sepakat masih belum bisa kesana (New Normal). Kemungkinan besar PSBB dilanjutkan karena bermanfaat untuk edukasi masyarakat,”ungkapnya. Dengan catatan, di masa persiapan ini, format idealnya dilakukan penambahan seluruh armada terkait pencegahan dan penanganan Covid-19.

Data Grafis : Tren Peningkatan kasus Covid-19 di kota Palembang sejak pemberlakuan PSBB. Hingga 1 Juni telah terjadi 566 kasus positif Covid-19 (sumeks.co)

Apa yang disampaikan oleh IDI Palembang ini didukung dengan evaluasi PSBB yang dipaparkan oleh Dinas Kesehatan Kota Palembang dalam rapat evaluasi tersebut. Dari data yang didapat sumeks.co, ada tiga poin penting yang menjadi kesimpulan yaitu Pertama, adalah perlunya kesiapan dan dukungan semua pihak untuk protokol kesehatan.

Kedua adalah perlunya upaya untuk mempertahankan angka Rt dibawah 1 dengan cara (1) Menurunkan angka kontak, (2) Meningkatkan angka testing, (3) Meningkatkan keterlibatan aparat dalam kepatuhan protokol isolasi, (4) Melakukan screening seluruh fasilitas kesehatan, (5) Meningkatkan kapasitas tempat tidur khusus Covid-19 di Rumah Sakit menjadi 60 persen, dan (6) Mengoptimalkan surveilans penyakit. Ketiga, menurut Dinkes perlu dilakukan penambahan lokasi karantina.

Beberapa hal inilah yang akan menjadi pertimbangan Walikota Harnojoyo untuk menentukan kelanjutan PSBB besok. Sebab diakuinya, selain menekan penyebaran Covid-19 di kota Palembang, saat ini Pemkot juga akan mengiringi kebijakan pusat lewat kearifan lokal yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi di kota Palembang.

Kalaupun diperpanjang, maka PSBB tahap kedua akan berlangsung selama 14 hari masa inkubasi sesuai aturan Menteri Kesehatan yang telah disebutkan beberapa waktu lalu.(aja)

Komentar

Berita Lainnya