oleh

Pendidik Wajib Melek Teknologi

-Edukasi-100 views

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan, siap menerapkan sistem pendidikan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) demi menghadapi Era Industri 4.0.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan, demi menghadapi Era Industri 4.0., sistem pendidikan Indonesia harus siap memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Sekarang ini, bagaimana kita menempatkan diri supaya peran menjadi guru tidak gampang digantikan oleh teknologi,” kata Totok di Jakarta.

Menurut Totok, pada era teknologi sekarang ini guru perlu berpikir kreatif dengan terus belajar dan membuka diri terhadap perkembangan. Terlebih, guru-guru harus dapat memainkan peran yang semestinya seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.

“Cara mengajar dengan mentransfer apa yang ada di buku saja, itu tentu yang gampang digantikan oleh robot dan teknologi,” terangnya.

Dengan pesatnya kemajuan teknologi, kecerdasan buatan atau AI akan dapat merombak banyak kebiasaan baik di dalam sistem pendidikan atau di dalam kehidupan sehari-hari.

“AI akan mendisrupt kebiasaan-kebiasaan yang akan gampang digantikan oleh mesin,” ujarnya.

Staf Khusus Menteri Bidang Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI Suparto menyarankan agar guru bisa membuka diri dengan perkembangan teknologi sehingga tidak tertinggal dari siswa dalam penguasaan teknologi.

“Dalam konteks teknologi digital, guru-guru kita itu one step behind the students. Guru-guru kita malah tertinggal dari siswa,” katanya

Dalam penguasaan teknologi, guru, kata dia, termasuk golongan digital migrant, orang yang baru belajar dalam teknologi digital. Sedangkan siswa menjadi digital native, generasi yang seolah dengan sendirinya bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Anak yang belum bisa membaca pun bisa mengoperasikan handphone. Anak-anak balita saat ini sudah bisa main HP, bahkan bisa download sendiri,” katanya.

Menurut Suparto, guru perlu memiliki visi yang jauh lebih maju dibandingkan siswa mereka sehingga dalam penguasaan teknologi. “Jadi mereka perlu terbuka dengan teknologi. Bukan takut dengan teknologi. Apalagi menghindari teknologi,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi II Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Ekologi dan Budaya Strategis, Yanuar Nugroho menyatakan, pemerintah sangat mendukung pemanfaatan Artificial Intelligence bagi kemajuan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul.

“Kami tentu saja sangat mendukung ini. Karena kalau kita lihat visi lima tahun ke depan, fokusnya memang pada pembangunan SDM,” katanya.

Yanuar menjelaskan, kemajuan teknologi yang begitu cepat saat ini, akan menggeser mereka yang lambat dalam menyikapi era revolusi industri 4.0. Menurutnya, di era teknologi saat ini, pemanfaatan komponen berupa Artificial Intelligence tidak dapat dihindari.

“Tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana perkembangan teknologi dapat mewujudkan visi pembangunan manusia yang unggul,” pungkasnya. (der/fin)

Komentar

Berita Lainnya