oleh

Penerapan One Way di Lahat Belum Pas

-Sumsel-1.088 views
LAHAT – Program one way (satu jalur, red) di Jalan Protokol Mayor Ruslan, dianggap belum pas dan tidak terlalu penting. Hal ini diutarakan, Koordinator Komisi lll DPRD Lahat, Sri Marhaeni Wulansih SH didampingi Ketua Komisi, H Syahrul Effendi. Menurutnya kebijakan one way ini memang baik tujuannya. Namun beberapa hari penerapan serta laporan masyarakat ada beragam masalah baru yang timbul. Seperti perekonomian yang sepi. Lalu muncul titik kerawanan macet yang baru.

” Selain itu kebijakan juga harus ada payung hukum, baik perda atau perbup,” ujar Sri Marhaeni. Saat rapat koordinasi dengan Dishub di DPRD Lahat, Senin (25/2).

Untuk itu, pihaknya berharap penerapan one way dihentikan dahulu dan dikaji ulang. Selain bila permasalahan macet di lokasi tersebut. Karena parkir yang semrawut. Maka yang harus dibenahi ialah masalah perpakirannya. Agar tidak mengganggu aktivitas kendaraan yang lalu lalang.

“Banyak yang harus dibenahi terlebih dahulu termasuk parkir serta sarana dan prasarananya. Selain itu kebijakan kendaraan besar lewat Jalan RE Martadinata perlu ditegaskan kembali karena masih ada truk yang lewat,” tambahnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Indaharmansyah SP Msi, mengemukakan. Bahwa rekayasa arus lalin one way, memang baru sekedar uji coba belaka. Nantinya akan dikaji ulang kembali. Dijelaskannya bahwa kebijakan ini memang harus ada peraturan daerah (Perda). Atau peraturan bupati (Perbup), sebagai payung hukum.

“Tidak ada perda atau perbup. Maka Dishub tidak boleh melakukan penindakan tegas. Termasuk penilangan terhadap kendaraan yang melanggar,” ungkapnya.

Rekayasa, sambung dia, lalu lintas one way di jalur Jalan Mayor Ruslan ini. Nantinya akan dikaji ulang lagi, termasuk juga sarana prasarana (Sapras) penunjang lainnya.

“Sebab, kita harus mengetahui terlebih dahulu titik mana yang macet, dan lancar. Kemudian, hasil analisis direkomendasikan kepada kepala daerah. Apakah ditutup sementara atau tetap dilanjutkan,” ungkap Indaharmansyah.(gti)

Komentar

Berita Lainnya