oleh

Penerima Bantuan Iuran BPJS Sudah Dianggarkan Rp 15 Milyar

BATURAJA – Manajemen BPJS kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berharap pembayaran iuran BPJS kesehatan untuk periode 2021 tidak terlambat. Pasalnya, akan berdampak kepada sanksi denda jika ada keterlambatan setiap bulannya.

Pimpinan BPJS Kesehatan Baturaja Fitrianti mengatakan, mulai periode 2021, ada kenaikan untuk pembayaran iuran kelas 3.

“Diharapkan pembayaran iuran ini tidak terlambat,” ujarnya, Sabtu (2/1). Karena jika terlambat, sebutnya, ada sanksi denda pelayanan kalau terlambat atau tidak membayar setiap bulannya. “Pembayaran denda ini dikenakan pada saat pasien rawat inap di rumah sakit,” ujarnya.

Kadinkes OKU H Husni Thamrin melalui Kasi Rujukan Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes OKU, Fikri Arifin SKM mengatakan, untuk pembayaran BPJS kesehatan khususnya penerima bantuan iuran (PBI) sudah dianggarkan dalam APBD 2021.

“Sudah dianggarkan Rp 15 Milyar,” ujarnya.

Jadi sudah dianggarkan untuk tahun berjalan ujarnya. Anggaran tersebut untuk sekitar 13.000 jiwa warga OKU penerima bantuan iuran (PBI).

Jadi sudah dianggarkan sesuai kebutuhan dan jumlah peserta. Apalagi sudah ada surat dari Gubernur Sumsel kalau penganggaran BPJS kesehatan sudah dibebankan penuh kepada kabupaten dan kota.

Disebutnya, kekurangan anggaran pada APBD Perubahan 2020 sudah dibuat surat kepada BKAD untuk diselesaikan dalam APBD 2021. (bis)

 

 

Komentar

Berita Lainnya