oleh

Pengakuan Napi, Lapas Narkotika Langkat Dibakar karena Sipir Diduga Siksa Tahanan

MEDAN-Motif narapidana Lapas Narkotika, Kecamatan Hinai, Langkat, Sumatera Utara, membakar gedung tempat para tahanan tinggal sementara, masih terus diselidiki.

Namun, informasi yang beredar, para napi bukan tanpa alasan melakukan aksi anarkis tersebut.

Dari keterangan salah seorang napi, inisial GB, semua berawal dari dugaan penyiksaan yang dilakukan sipir.

Dilansir dari digtara, semua bermula saat pergantian jam jaga (shift) oleh petugas lama ke petugas baru sekira pukul 11.30 WIB.

Begitu petugas yang baru tiga orang, ketiganya langsung masuk ke dalam Lapas dan melakukan penyiksaan terhadap Ajo, salah seorang napi.

“Nyiksanya ngeri kali bang, tiga orang itu langsung masuk kedalam sel dan langsung membawa ke luar dan menyiksa kawan kami,” ungkapnya.

Menurut GB, Ajo kemudian dibawa ke lantai dua, yang diduga sebagai tempat penyiksaan para narapidana.

“Selain nyiksa di bawah, si Ajo juga dibawa ke atas lantai 2 bang, disitu katanya dia disiksa juga,” ungkapnya.

Ia mengatakan, saat disiksa di lantai dua, penyiksaan yang dilakukan oleh para sipir itu sangat terlalu, sehingga napi tersebut mengeluarkan kotoran dari duburnya.

“Ngeri kali lah bang nyiksanya, sampai keluar kotorannya bang, makanya disitu kami geram dan langsung marah,” ungkapnya.

Saat ditanyai dari mana mereka mengetahui kejadian itu, ia mengaku mereka para napi mengetahui kejadian itu dari para napi juga yang bekerja dengan petugas lapas.

“Kami taunya dari para napi yang kerja di atas bang,” ungkapnya.

Selepas kabar Ajo disiksa, dari satu mulut ke mulut yang lain, diakui GB amarah solidaritas sesama teman muncul. Dan, tanpa dikomandoi langsung buat onar da kerusuhan hingga berujung membakar gedung Lapas.

Ratusan napi empat ada yang kabur, sebagian sempat ditangkap tak jauh dari lokasi. Hingga kini, belum diketahui berapa jumlah pasti yang melarikan diri. (*/nin/pojoksumut)

Komentar

Berita Lainnya