oleh

Pengakuan Sopir Pengangkut Minyak Ilegal, Sekali Angkut Diupah Rp 5 Juta

SUMEKS.CO – Sebanyak 7 orang sopir dan kernet mobil truk yang mengangkut minyak hasil sulingan tanpa izin usaha yang ditangkap dan diamankan Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel mengaku diupah Rp 5 juta untuk sekali jalan.

Amsal Djamal (40), salah satu sopir truk yang ikut diamankan mengatakan, sudah sebanyak 15 kali mengangkut minyak dan mengantarkannya keluar Sumsel.

“Sudah sering hampir 15 kali ngangkut minyak dan baru sekali inilah ditangkap Pak. Setiap kali angkut keluar, aku diupah Rp 5 juta,” terang Amsal saat ikut ditampilkan di ungkap kasusnya, Jumat (23/10/2020) di Mapolda Sumsel.

Untuk jalurnya, Amsal selalu diminta mengantarkan minyak ke Padang, Sumatera Barat termasuk di Sumsel sendiri dengan sistem borongan.

“Selalu borongan Pak untuk sekali jalan. Yang merintahkan kami ya bos yang punya,” cetus Amsal.

Ikut diamankan 7 truk Mitsubishi Colt Diesel yang bermuatan 10 ton minyak bernomor polisi asal Lampung, Jambi, Bengkulu Padang dan Sumsel.

“Barang bukti yang kita amankan sebanyak 70 ribu liter atau 70 ton. Minyak tersebut diangkut menggunakan truk yang bak belakangnya sudah dimodifikasi. Saat ini kita titipkan ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Pakjo Palembang,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Anton Setiawan didampingi Kabid Humas Kombes Pol Supriadi.

Para tersangka ini terancam pasal 53 huruf b Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2001, tentang minyak dan gas bumi dan atau pasal 480 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal paling 4 tahun penjara atau denda mencapai Rp 40 miliar.

Seperti diketahui, polisi mengamankan 7 tersangka yang berperan sebagai sopir truk dan kernet yakni Salamulyadi, Robet, Amsal Djamal, Adi Syahman Sinaga, Aan Supriyadi, Muslim dan Darwi Rais.

Mereka diamankan saat melintas di Jalur Lintas Palembang-Jambi tepatnya di Desa Sukajaya, Kecamatan Bayung Lencir, Muba.(dho)

Komentar

Berita Lainnya