oleh

Pengamat : GoCar Instant di Bandara Bisa Jadi Solusi

PALEMBANG – Kehadiran transportasi online hari ini semakin inovatif dan sangat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Lembaga Demografi Universitas Indonesia merilis dampak pertumbuhan ekonomi di tujuh daerah, antara lain Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, Makassar, Palembang. Hasilnya terjadi kenaikan ekonomi sebesar 3,9 triliun rupiah dari kehadiran GoCar dan GoRide.

Menurut pengamat ekonomi, Yan Sulistyo, kenaikan pertumbuhan ekonomi ini dipicu hadirnya transportasi online di Indonesia. Transportasi online tentu mendorong pertumbuhan penjualan kendaraan, meningkatkan lapangan kerja.

“Banyak mitra-mitra ini yang selama ini belum memiliki pekerjaan sehingga mereka menjadi mitra Gocar maupun GoRide. Tingkat pendapatan masyarakat menjadi meningkat karena mereka mendapatkan nilai ekonomi bagi kelangsungan hidup keluarga mereka juga kehidupan mereka secara pribadi.”

Pertumbuhan ini baru dari GoCar dan GoRide, belum dikalkulasi dari kehadiran GoPay. “Saya belum membaca rilis berapa dampak ekomominya dengan kehadiran GoPay. Karena di situ banyak mitra-mitra GoPay yang terlibat dalam kerjasama. Tapi untuk GoCar dan GoRide saja sudah sangat besar dampaknya ekonominya,” kata Yan.

Pertumbuhan ekonomi ini memberi sinyal adanya kenaikan kualitas hidup mitra Gojek. Melihat dampak yang begitu besar, Gojek kembali melebarkan sayapnya dengan mengeluarkan fitur terbaru. Gojek bersama Angkasa Pura II berkomitmen untuk mencetak sejarah baru dalam pengembangan layanan pemesanan yang on the spot sehingga cepat dan murah.

“Kami melihat bahwa penumpukan antrian kendaraan cukup sering terjadi di bandara, sementara zaman sekarang masyarakat ingin semuanya serba cepat. Untuk itu kami hadirkan fitur GoCar Instan agar pemesan layanan dan mitra driver cepat bertemu dan dapat langsung berangkat,” ujar Co-Founder Gojek, Kevin Aluwi.

Menanggapi peluncuran fitur baru dari Gojek, yakni GoCar Instant, menyambut positif. Yan menilai kehadiran GoCar Instant memberikan kesempatan para pengguna layanan bandara mendapatkan transportasi dengan mudah.

Selama ini transportasi di bandara dimonopoli oleh pihak tertentu “Dari sisi pelayanan dan waktu jelas sangat membantu bagi konsumen. Saya piker itu satu terobosan yang dilakukan oleh Gojek untuk dapat memaksimalkan fasilitas transportasi yang dimilikinya.”kata Yan.

Fitur terbaru ini, sementara baru tersedia di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Yan mengatakan dalam beberapa tahun ke depan, fitur ini sangat potensial dan penting untuk hadir di bandara-bandara daerah di Indonesia.

Namun, Yan melihat untuk saat ini prioritas layanan ini masih pada bandara dengan jumlah penumpang dan rute penerbangan yang besar dan banyak. Semakin padat lalu lintas bandara, maka akan semakin tinggi kebutuhan moda transportasi untuk memobilisasi konsumen.

Transportasi online, khusunya taksi online yang semakin mudah dijangkau oleh konsumen di berbagai tempat seperti bandara membuat konsumen memiliki pilihan. Konsumen dapat memilih menggunakan taksi konvensional, yang seperti kita ketahui, ada kasus ketidaktransparanan tarif.

Transparansi menjadi penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan penumpang, apalagi banyak perusahaan atau oknum supir yang bisa memainkan argo untuk menaikkan tarif. Fitur ini, sekaligus jadi solusi bagi masalah yang muncul. Seperti misalnya permasalahan insentif di Sumsel. “Inilah keunggulan dari transportasi online. Karena dari sisi biaya sangat transparan.” pungkas Yan. (aja)

Komentar

Berita Lainnya