oleh

Pengantin Baru Diringkus Edarkan Sabu

-Hukum-1.026 views

PRABUMULIH – Ada-ada saja yang dilakukan Okardi alias Kadit (33). Baru seminggu menghirup udara segar usai keluar dari Lapas Merah Mata, Kamis (17/1). Dan menikah dengan seorang perempuan pujaannya, Minggu (20/1) lalu. Kadit akhirnya diringkus BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Prabumulih, Kamis (24/1).

Tak sendirian, dirinya diringkus bersama Bambang Herianto (35) warga Wonosari, kota Prabumulih. Temannya sewaktu sama-sama menghuni lapas Merah Mata karena kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Kepala BNN Prabumulih, Ibnu Mundzakir pada acara pres rilis di BNN, hari ini (28/1) mengatakan. Penangkapan kedua pelaku berawal dari informasi masyarakat. Bahwa di rumah pelaku Adit di Jalan Mangga Baru, Kelurahan Mangga Besar, kota Prabumulih sedang terjadi transaksi narkotika.

“Setelah dilakukan penyelidikan petugas akhirnya berhasil mengamankan pelaku Kadit. Yang sedang berada di ruang tamu berikut barang-bukti narkotika jenis sabu. Yang terletak diatas lantai didalam kamarnya,” aku Ibnu.

Setelah dilakukan pengembangan sekitar 2,5 jam. Petugas kemudian berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku Bambang. Yang merupakan penyuplai sabu ke pelaku Kadit. “Pelaku Bambang menyimpan BB (barang-bukti dengan menempelkan sabu di lakban di bok motor depan,” sambungnya.

Dari pelaku Kadit, pihaknya berhasil mengamankan barang-bukti. Berupa 7 paket sabu dengan berat bruto 2,23 gram, uang Rp240 ribu, 1 ball plastik, bong dan lainnya. Sedangkan dari pelaku Bambang pihaknya berhasil mengamankan BB berupa 1 paket besar narkotika jenis sabu. Dengan berat bruto 5,46 gram, sepeda motor yang digunakan pelaku, hp dan KTP.

“Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 114/112 dengan ancaman bisa sampai 6 tahun penjara,” sebutnya.

Sementara itu, dengan tangan terborgol Kadit hanya bisa menyesali perbuatannya tersebut. “Aku baru 8 hari keluar penjara. Baru beberapo hari nikah, katek gawe jadi jualan sabu tapi keburu ditangkap,” sesalnya.

Pria yang mempunyai tatto di tangannya itu mengaku baru sekali membeli sabu. “Ngambil barang pesan dari Bambang, sore ngantar malam ditangkap. Aku kasihan dengan bini aku dio ngedrop,” akunya tertunduk.

Sementara, pelaku Bambang mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari daerah Air Itam, Pali. “Beli samo Mas. Dak tahu siapo namonyo tapi biaso dipanggil Mas,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya