oleh

Pengantin Mahar Sandal Jepit Ternyata Berstatus Janda-Duda

LOMBOK TENGAH – Masih ingat kasus pernikahan Iwan Firman Wahyudi alias Yudi dengan Helmi Susanti di Kabupaten Lombok Tengah pekan lalu yang menghebohkan dunia maya karena maharnya sandal jepit?

Baik Yudi maupun Helmi Susanti, ternyata sama-sama pernah gagal membangun rumah tangga. Helmi merupakan istri yang ketiga buat Yudi. Sementara, Yudi adalah suami kedua bagi Helmi. Jadi begini ceritanya. Pada 8 Februari 2017, Helmi berangkat menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) ke Jeddah, Arab Saudi.

Perempuan cantik kelahiran 14 Januari 2000 tersebut meninggalkan anak kesayangannya, demi mencari sesuap nasi.

Dia bercerai dengan suami pertamanya saat anaknya tujuh bulan dalam kandungan. Menikah tahun 2014, atau saat duduk di bangku SMP. Selama di luar negeri, Helmi cukup giat memanfaatkan Facebook untuk berkomunikasi dengan teman-temannya.

Hingga dia menemukan teman baru, yang sekarang menjadi suaminya. Saat itu komunikasi keduanya lancar, sampai saling tukar nomor telepon.

Itu dimulai pertengahan tahun 2019.

Pada 1 Januari 2020, Helmi memutuskan pulang ke tanah kelahirannya. Itu karena, selama di luar negeri, dia tidak digaji dan mendapatkan kekerasan dari majikannya. Sampai di Indonesia, Helmi menghilang, nomor telepon sudah tidak aktif lagi.

Begitu pula Facebook, jarang dibuka. Itu terhitung sejak November 2019 hingga April lalu. Selama di rumah, Helmi menjaga anaknya. Dia tidak ingin, anak laki-lakinya itu, mengikuti jejak mantan suaminya. “Iseng-iseng saya buka Facebook, ternyata suami saya ini (Yudi) membuat status,” ujar Helmi seperti dikutip dari laman Lombok Post, Rabu (8/7). Isinya, sedang mencari pemeran untuk video klip lagu berjudul Dalam Mimpi.

Dia pun membalas status Yudi. “Saya tidak menyangka, ternyata istri saya ini (Helmi) masih hidup,” sambung Yudi diikuti dengan gelak tawa keduanya. Komunikasi mereka akhirnya kembali seperti biasa. Tidak saja di Facebook, tetapi melalui telepon genggam. Saat itu, Yudi sudah menduda dua kali.

Perceraian pertama, karena si istri diam-diam berangkat menjadi PMI ke Malaysia. Meninggalkan dirinya dan anaknya yang masih berumur enam bulan. Mereka menikah tahun 2015. Kondisi seperti itu, membuat Yudi menjatuhkan talak. Pada 2019, Yudi kembali memutuskan menikah dengan harapan bisa merawat anaknya. Sayang, kandas lagi. Pernikahan kedua hanya berumur tiga bulan.

Yudi bercerai lantaran setiap kali bertengkar, istri pulang ke rumah orang tuanya.

“Saya merasa bersyukur, istri saya ini (Helmi) bersedia menjadi pemeran lagu yang saya inginkan,” kata Yudi.

Mereka berdua kemudian sepakat bertemu di Tetebatu, Kecamatan Sikur Lombok Timur. Di tempat itulah, awal mula mereka makin dekat. Mereka menceritakan, pacaran selama dua minggu. Kemudian memutuskan untuk menikah. Itu dengan maskawin seperangkat sandal jepit dan segelas air putih, dibayar tunai.

Pernikahan mereka kemudian, mendadak viral di dunia maya. “Karena tidak mendapat persetujuan dari orang tuanya, Helmi yang datang ke rumah,” ujar Yudi. Awalnya, dia menawarkan akan membawa lari Helmi. Namun, Helmi menolak. Lebih baik menunggu di rumah saja. Helmi mengatakan, sebagai seorang perempuan, dia tidak mau mempersulit laki-laki yang ingin menjalin pernikahan.

“Kemudian, jangan menikah dini. Semoga menjadi pelajaran bagi perempuan-perempuan di luar sana,” tutur Helmi. (dss/r5)

Komentar

Berita Lainnya