oleh

Pengelola Rumah Makan Sambut Baik New Normal

Tiga Bulan Tutup, Tidak Ada Penghasilan, Tetap Gaji Karyawan

SUMEKS.CO- PRABUMULIH – Pandemi Covid-19 membuat sejumlah pengusaha atau pengelola masyarakat terpaksa tutup, dan merumahkan karyawannya hampir tiga bulan. Untuk menekan dan menghindari penularan Covid-19, khususnya di rumah makan di Prabumulih.

Nur Alam (48), salah satu pengelola rumah makan menyambut baik penerapan new normal, setelah pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilakukan.

“Selama tiga bulan selama pandemik Covid-19, rumah makan kita terpaksa tutup. Karyawan, karena rumah makan ditutup karyawan sementara di rumahkan,” akunya.

Meski dirumahkan, kata dia, selama 2 bulan lalu tetap dan telah membayarkan gaji setiap bulannya termasuk juga Tunjangan Hari Raya (THR).

“Nah, untuk gaji bulan ketiga ini. Kita lakukan evaluasi dahulu, untuk pemberiannya. Kalau, new normal berjalan artinya rumah makan bisa buka lagi dan mendapatkan penghasilan juga karyawan bisa bekerja. Tentunya, dengan mengedapkan protokol kesehatan sesuai arahan dengan Pemerintah (Pemerintah kota),” terangnya.

Sebutnya, hampir tiga bulan, rumah makannya kehilangan pendapatan hingga puluhan juta. “Namun, bagaimana lagi guna mendukung program pemerintah guna memutus mata rantai Covid-19 harus dilakukan,” tambahnya.

Berbeda dengan Rino (30), pengelola rumah makan lainnya. Ia mengungkapkan, terpaksa merumahkan karyawan selama hampir tiga bulan tanpa digaji.

“Bagaimana mau gaji karyawan, kalau rumah makan tidak buka dan tidak ada penghasilan,” ujarnya.

Adanya penerapan new normal bakal dilaksanakan, akunya ada sela rumah makan boleh buka asalkan dengan protokol kesehatan harus dipatuhi.

“Jelas kita sambut baik, adanya penerapan new normal. Apalagi, rumah makan sudah boleh buka dengan mengedepankan protokol kesehatan. Khususnya, pakai masker, jaga jarak, menyiapkan hand sanitizer atau tempat cuci tangan, tidak boleh terlalu ramai di rumah makan dan lainnya,” bebernya. (03)

Sementara itu, Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM menegaskan, mau tidak mau Covid-19 dihadapi. Dan, Ekonomi harus dibangkitkan demi mengurangi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pengangguran dan kemiskinan. Imbas dari dampak pandemik Covid-19, telah tiga bulan berjalan.

“Kita berupaya menyelesaikan pandemik Covid-19 ini dengan menyelesaikan masalah tanpa masalah. Makanya, setelah PSBB akan dilakukan new normal, untuk kembali mengairahkan perekonomian di Kota Nanas ini,” terang Ridho.

Tidak hanya rumah ibadah boleh buka, asalkan mengedepankan protokol kesehatan. Kata dia, begitu juga rumah makan, boleh dibuka kembali asalkan utamakan protokol kesehatan.

“Harus percaya diri hadapi Covid, ke depankan protokol kesehatan. Silakan bukan rumah makan, setelah persiapan new normal usai PSBB,” pungkasnya. (03)

Komentar

Berita Lainnya