oleh

Pengobatan SAD Dilirik Pemerintah

RUPIT – Seni pengobatan Suku Anak Dalam (SAD) yang mengandalkan obat obat herbal dari alam di Kabupaten Muratara, mulai dilirik pemerintah pusat. Jenis pengobatan ini diminta lestarikan karena jenis pengobatan herbal SAD dianggap salah satu warisan budaya yang mulai tersisihkan.

‎Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Muratara, Titin Martini mengatakan, saat ini Kabupaten Muratara menjadi perhatian pihak kementerian Pendidikan dan Kebudyaaan. Pasalnya, sebelumnya Pemkab Muratara melalui inovasi ketua tim penggerak PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika sempat mendapat penghargaan wanita inspirasi yang mengangkat tema khusus mengenai SAD.

“Jadi kita mendapat penilaian dari Kementerian dan mengikuti perlombaan tingkat nasional karena hasil lomba wanita inspirasi kita juara tiga. Tim dari kementerian mengangkat tema khusus pengobatan herbal SAD karena, SAD berkaitan erat dengan kebudayaan yang saat ini semakin terus tergerus zaman,” kata Titin.

Dia mengaku, seni pengobatan tradisional SAD memang saat ini semakin tergerus, lantaran didominasi oleh pengobatan medis modern dan keberadaan hutan yang terus di jamah. “Sekarang hutan banyak berubah menjadi perkebunan dan warga juga lebih cendrung melakukan pengobatan moderen. Sedangkan kebudayaan pengobatan herbal saat ini hanya masih digunakan oleh suku-suku terpencil saja seperti SAD,” timpalnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya