oleh

Pengunggah Foto Kolase Ma’ruf-Kakek Sugiono Ditangkap, Pelaku Kecewa dengan Wapres

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pelaku berinisial SM. Dia merupakanpemilik akun Facebook Oliver Leaman S. Dia ditangkap pada Jumat (2/10).

“Masih di jalan menuju Bareskrim Polri,” ujarnya, Jumat (2/10).

Dijelaskan Argo, SM ditangkap di kediamannya di Jalan Lobe Daud LL VI, Kramatkubah, Sei Tualangraso, Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Dia ditangkap berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/B/0561/IX/2020/Bareskrim, tertanggal 30 September 2020.

Hasil pemeriksaan sementara, SM mengaku mengunggah kolase Ma’ruf Amin dengan gambar animasi aktor film porno Jepang karena kecewa dengan pernyataan Ma’ruf pada tayangan di YouTube. Sayangnya Argo tak menjelaskan secara detail, tayangan yang dimaksud.

“Motifnya kecewa tentang pernyataan Pak Ma’ruf Amin di channel Youtube,” jelasnya.

Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa satu unit handphone warna hitam, satu kartu SIM, dan satu akun Facebook bernama Oliver Leaman S.

“(Pelaku dijerat) dengan persangkaan pasal 45A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) dan pasal 27 Ayat (3) UU Nomor 19/2016 tentang perubahan UU Nomor 11/2008 tentang ITE,” ujarnya.

Sebelumnya, juru bicara Wakil Presiden, Masduki Baidowi mengatakan Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah mengetahui unggahan foto yang viral tersebut. Ma’ruf Amin, lanjut Masduki sangat prihatin dan menyesalkannya.

“Saya sudah lapor ke Pak Wapres (Ma’ruf Amin) bahwa Pak Wapres mengaku prihatin,” katanya.

Dikatakan Masduki, foto kolase tersebut langsung direspon serius para barisan Ansor ke pihak berwajib. Ternyata diketahui, pengunggahnya adalah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan Tanjung Balai.

“Ya Pak Wapres sudah tahu juga dia pengurus kecamatan, tapi Pak Wapres mengaku tidak mengenal dan tidak ada singgungan atau kenal langsung,” katanya.

Menurutnya, Ma’ruf Amin saat ini menyerahkan proses hukum serta laporan kepada barisan Ansor. Utamanya, ingin mengetahui apa motif unggahan tersebut.

“Proses hukum sudah diwakili Ansor, kita tunggu motifnya apa, dari motif ini kita bisa tahu tujuannya, kita klarifikasikan siapa tahu salah paham,” katanya.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi juga menyesalkan munculnya foto kolase tersebut. Dia mengingatkan pentingya beretika dalam menggunakan media sosial.

“Apa pun motifnya, itu adalah cermin dari pemanfaatan media digital yang tidak dilandasi akhlak dan etika,” tegasnya.

Dia meminta masyarakat bijak menggunakan media sosial. Sebab, di media sosial banyak sekali hoaks yang dapat memancing kebencian.

“Siapa pun kita, mari membiasakan klarifikasi atau tabayyun setiap mendapat informasi, apalagi dari media sosial. Sehingga, kita terjaga dari emosi dan tumbuhnya kebencian kepada seseorang atas informasi yang belum tentu terbukti kebenarannya,” ujarnya.(gw/fin)

Komentar

Berita Lainnya