oleh

Pengungsi Wamena Terus Bertambah

-Nasional-83 views

Sumeks.Co – JAKARTA – Jumlah pengungsi akibat aksi kekerasan di Wamena, Papua terus bertambah. Saat ini jumlahnya 3.800 orang. Mereka menempati kantor koramil, kodim, maupun polsek. Sementara di Jayapura, tercatat sebanyak 8.600 pengungsi. Aparat keamanan memastikan pada Senin (7/10), kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah kembali normal.

“Khusus di Wamena, ada 3.800-an pengungsi ikut di beberapa tempat. Seperti koramil, kodim, maupun polsek,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai peringatan HUT Ke-74 TNI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10).

Sementara itu di Jayapura, terdata 8.600 orang. Mereka yang tinggal di penampungan kurang lebih 3.500 pengungsi. Sebanyak 5.000 pengungsi lainnya diketahui ikut saudaranya di Jayapura.

Hadi memastikan pelayanan kesehatan dan logistik terhadap para pengungsi yang tinggal di lokasi-lokasi pengungsian berjalan baik. “Logistik tidak ada masalah, bantuan kesehatan, termasuk dapur umum lapangan di Wamena cukup baik,” paparnya.

Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, juga terus memantau kondisi para pengungsi yang tersebar di Wamena maupun Jayapura. Kementerian PUPR akan segera merehabilitasi gedung-gedung yang rusak dan akan membangun hunian sementara bagi pengungsi. “Ada juga paguyuban, seperti paguyuban dari Makassar, Madura, dan Sumatera Barat yang ikut memfasilitasi pengungsi,” imbuhnya.

Hadi menegaskan bahwa TNI juga telah mengerahkan kekuatan dalam rangka mendukung Polri di beberapa tempat di Papua. Termasuk di Jayapura dan Wamena. Tujuannya untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat Wamena, Ilaga, dan Oksibil bahwa stabilitas keamanan terus dijaga sehingga perekonomian di wilayah tersebut dapat berjalan normal.

Mantan KSAU itu menginformasikan kegiatan pendidikan di Wamena, mulai Senin, 7 Oktober 2019 mendatang sudah normal kembali. Menurutnya, masyarakat setempat menginginkan kegiatan pendidikan di Wamena, Papua, mulai SD, SMP, hingga SMA tetap berjalan baik meski saat ini pendidikan agak terganggu.

Masyarakat lokal, lanjut Hadi, tidak menginginkan para pendatang meninggalkan daerah tersebut. “Banyak penduduk asli, tidak menginginkan pendatang pulang ke daerahnya. Namun, ingin tetap berada di Wamena, Oksibil, dan Ilaga,” jelas Hadi.

Rencananya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Menkopolhukam Wiranto serta pejabat lainnya pada Senin (7/10) akan ke Wamena. Hadi menjelaskan, tinjauan itu dilakukan untuk merumuskan langkah pemulihan stabilitas keamanan secara menyeluruh sebagaimana diharapkan masyarakat. “Tanggal 7 Oktober, insya Allah kita ke sana mendapatkan jalan keluar tercapainya stabilitas keamanan sesuai yang diinginkan,” paparnya.

Terkait keamanan, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengingatkan agar TNI dan Polri jangan mau saling dibenturkan. “Polri adalah tangan kanan Presiden dalam kondisi tertib sipil. Sedangkan TNI tangan kirinya Presiden,” tegas Gatotdi Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10).

Namun, kondisinya akan berbalik jika dalam keadaan darurat. Yakni TNI menjadi tangan kanan dan Polri sebagai tangan kiri Presiden. Artinya, baik TNI maupun Polri memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Maka jangan mau dibenturkan. Kalau dibenturkan, Presiden akan kehilangan dua tangannya,” papar Gatot. (rh/fin)

Komentar

Berita Lainnya