oleh

Pengunjung Kebun Teh di Pagaralam Diduga Dicakar Hewan Buas

-Sumsel-245 views
SUMEKS.CO – Irpan (19), warga Palembang diduga menjadi korban keganasan hewan buas. Ia mengalami luka cakar di bagian pelipis mata kiri dan kanannya.

Luka ini bahkann mendekati area dahi ketika ngecamp di sekitaran perkebunan teh Tugu Rimau Gunung Dempo, hari Jum’at (15/11) malam. Informasi dihimpun SUMEKS.CO, jika korban bersama rekannya berlibur di kawasan kebuh teh tersebut sedang mencari lokasi untuk mendirikan tenda.

Usai membuat tenda korban dan rekan-rekannya tertidur pulas. Nah, tiba-tiba dari arah luar tenda terdengar suara keras menghantam tanah. Bahkan ada gerakan merobek tenda, dan seketika mengenai bagian kepala korban.

Akibat serangan hewan buas itu korban menderita luka. Teman korban yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan.

Mereka membawa korban menuju Rumah Sakit (RS) Besemah Kota Pagaralam sekira pukul 01.00 WIB dini hari. Petugas medis Ruang UGD telah memberikan tindakan, dalam hal penanganan medis.

Kini korban telah dibawa pulang ke Palembang. “Ya, informasinya ada warga yang terkena cakar hewan buas, akibat serangan hewan itu, korban mengalami luka dan banyak mengeluarkan darah,” ujar dr Indra, ketika dibincangi di Ruang UGD RS Besemah.

Indra menyebut, bila melihat luka yang dialami korban, terdapat di bagian pelipis alis atas dahi termasuk luka ringan.
“Tadi juga korban sudah disuntik anti tetanus dan anti rabies, sekarang korban sudah pulang ke Palembang,” terangnya.

Sementara Itu Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara mengatakan untuk sementara pihaknya menghimbau kepada mereka yang akan melakkan aktifitas di sekitaran Tugu Rimau sementara waktu untuk tidak mengadakan kemah sampai keadaan benar-benar aman.

“Pihaknya sudah melakukan patroIi di sekitar dugaan adanya hewan buas tersebut dan sudah berkordinasi dengan pihak BKSDA ,” tegasnya.

Terpisah terkait adanya informasi terlihatnya seekor Harimau besar di kawasan Kebun Teh Gunung Dempo, pihak KPH X Dempo akan berkoordinasi dengan pihak Balai Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lahat.

Fenomena kemunculan hewan langka yang dilindungi tersebut belum bisa dipastikan kebenarannnya, kendati dikabarkan terlihat di rekaman video dan sudah menyebar di dunia maya.

Kepala KPH X Dempo, Ardiansyah Fitri AP Msi melalui Kasi Rahabilitasi Hutan Lindung, Lonedi Shut menyamapikan, untuk penanganan satwa dilindungi khususnya yang berada di areal hutan lindung bukan wewenanngnya.

Namun, tidak terlepas dari itu pihaknya akan mengkoordinasi dengan BKSDA Lahat.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA terkait inforasi kemunculan hewan dilindungi tersebut (harimau, red). Karena, sejauh ini kita belum bisa memastikannya di lapangan,” katanya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya