oleh

Pengusaha Galian Pasir Dipanggil

-Sumsel-1.111 views

PALI – Kasat Pol PP Kabupaten PALI, Zulkopli SH memanggil pengusaha galian pasir di Desa Muara Sungai, Kecamatan Tanah Abang. Tepatnya di samping jembatan Payu Putat penghubung Kabupaten PALI dan Kota Prabumulih.

Hal itu dikarenakan, operasi penggalian pasir tersebut disoal warga. Pasalnya, selain dikhawatirkan akan mengganggu kualitas jembatan yang baru saja dibangun. Serta antrian angkutan pasir mengganggu kenyamanan lalu lintas.

“Pengusaha itu sudah datang dan setelah melihat surat izinnya, semuanya lengkap. Hanya saja, kami minta galian pasir itu dipindahkan. Jangan disamping jembatan,” kata Zulkopli saat dibincangi,Selasa (15/1).

Diungkapkannya, dari jawaban yang diterimanya, pengusaha galian pasir tersebut menyanggupi untuk memindahkan aktivitas galian pasir itu.

“Mereka (penguasa galian pasir, red) sudah sanggup memindahkan usahanya untuk menjauh dari jembatan,” ungkapnya

Sementara, Jantra (42), salah satu warga setempat yang sering melintas di jembatan Payu Putat. Meminta kepada Pemerintah Pemkab PALI untuk menindak pengusaha galian pasir tersebut,. Serta memeriksa kembali izin galian C atau izin lainnya.

“Kalau aktivitas itu dibiarkan kami khawatir jembatan Payu Putat bisa-bisa ambruk. Karena pasir yang ada dibawah jembatan tersebut terus dikeruk setiap harinya,” katanya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya