oleh

Penuhi Janji, Minta Masyarakat Kawal Pembangunan Jembatan

LAHAT – Pembangunan baru jembatan Air Mulak disambut baik warga sekitar. Apalagi pada masa pandemi covid19 ini,  jembatan tersebut menjadi prioritas utama oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Kadis PUBMTR Provinsi Sumsel Ir. Darma Budhy SH ST MT melalui  Kabid Jembatan M.Affandi,ST.,MSc. Rencananya jembatan yang akan dibangun baru itu, naik tipe. Dari tipe B menjadi tipe A. Dengan panjang 80 meter dengan dua bentang jembatan masing- masing 30 meter dan 50 meter. Lebar jalan 7 meter dan lebar trotoar masing- masing satu meter. Lalu kemampuan daya dukung jembatan maksimal beban 10 ton.

Dijelaskannya bahwa pasca ambruknya Jembatan Air Mulak akibat banjir dan longsor, aktivifas warga terganggu. Bukan hanya berdampak pada faktor ekonomi namun juga faktor lainnya.

Jembatan air mulak menjadi prioritas utama warga untuk mengangkut hasil bumi. Seperti beras, kopi, dan lainnya. Baik bagi warga di Kabupaten Lahat. Namun juga kota Pagaralam, Empat Lawang bahkan Bengkulu.

Selain itu banyak warga yang sekolah dan bekerja dari desa seberang seperti lesung batu, Pajar bulan, Mengkenang, Lawang Agung/Padang Kandis. Bahkan dari warga dari Semendo Muara Enim. Menjadi terganggu.

“Seperti saat musim durian saat jembatan masih rusak dan jembatan bailey belum dibangun, terpaksa lewat Lahat. Sehingga biaya transportasi warga bertambah bika mengirim ke luar Lahat,” ungkap Dadi Aprizon, Kades Pengentaan.

Ditambah Ketua BPD Agustian bahwa akibat ambruknya jembatan selain kesulitan mengangkut hasil bumi. Juga kesulitan bertemu sanak keluarga yang berada di desa seberang jembatan. “Kami sangat beterima kasih, jembatan ini menjadi prioritas dan sangat setuju pembangunan jembatan dipercepat,” ujarnya.

Senada disampaikan Pj Kades Lesung Batu Dedi Sutomo  bahwa warganya sangat mendukung percepatan pembangunan jembatan. Selain itu bagi warga desa yang berada di seberang jembatan, jembatan tersebut penguhubung dan akses utama bagi warga desa. “Banyak warga yang sekolah sisi seberang jembatan. Juga PNS, maupun pedagang. Jadi kami siap mendukung pembangunan jembatan ini,” ungkapnya.

Sementara Kadis PUBMTR Provinsi Sumsel Ir. Darma Budhy SH ST MT menegaskan bahwa percepatan pembangunan jembatan air mulak sesuai janji Gubernur Sumsel H Herman Deru. Saat pengecekan

bersama Bupati Lahat Cik Ujang SH di lokasi jembatan yang ambruk, Gubernur berjanji akan segera membangun jembatan yang baru. “Awal Februari kita upayakan dengan memasang jembatan darurat atau bailey dengan pemerintah pusat. Dan bulan April sudah bisa dilalui. Pada 12 Juni ini sudah ditandatangani kontrak dan akan mulai dibangun jembatan baru,” ujar Kadis PUBMTR Provinsi Sumsel Ir. Darma Budhy SH ST MT didampingiKabid Jembatan M.Affandi,ST.,MSc, dan Kepala UPTD Lahat Hendri, saat pengecekan proses pembangunan jembatan baru Air Mulak, Kamis (2/7).

Ditegaskannya bahwa pihaknya juga meminta masyarakat untuk mengawal pembangunan jembatan. Serta mendukung pembangunan jembatan tersebut. “Jembatan ini milik masyarakat sehingga mari bersama- sama awasi dan dukung agar pembangunan cepat selesai. Bila ada permasalahan dan aneh- aneh di lapangan, segera laporkan,” tegas Darma Budhy.

Sementara Camat Mulak Ulu Elsye HartutI STTP MM mengungkapkan bahwa pihaknta mewakili warga Kecamatan Mulak Ulu dan Pemerintah Kabupaten Lahat sangat berterima kasih pada Pemerintahb Provinsi Sumsel atas jembatan baru ini. “Semoga prosea pembangunan jembatan berjalan lancar dan aktivitas masyarakat kembali normal. Mengakut hasil bumi dan trasnportasi jasa serta pribadi,” tambahnya.(gti)

Komentar

Berita Lainnya