oleh

Penumpang Buka Jendela Darurat Pesawat, Ini Penjelasan Pihak Wings Air

SUMEKS.CO-Maskapai penerbangan Wings Air memberi penjelasan terkait salah satu penumpangnya yang tiba-tiba membuka jendela darurat (emergency exit window) bagian kanan. Penumpang pria tersebut berinisial PMP,30, diketahui duduk di kursi nomor 1F sesuai lembar masuk pesawat (boarding pass).

Peristiwa tersebut terjadi pada penerbangan Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (BPN) tujuan Bandar Udara Robert Atty Bessing, di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (LNU).

Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan atas kondisi tersebut, seluruh penumpang diturunkan dan diarahkan kembali ke ruang tunggu keberangkatan. Awak pesawat dan teknisi berkoordinasi guna pengecekan lebih lanjut.

“Atas kejadian tersebut, mengakibatkan keterlambatan keberangkatan Wings Air penerbangan IW-1478 dari Balikpapan menuju Malinau 165 menit yang seharusnya mengudara pada 08.15 waktu setempat (Waktu Indonesia Tengah, GMT+ 08),” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (9/2).

Sesuai standar operasional prosedur (SOP), kata dia, pilot menginformasikan kepada petugas layanan darat (ground handling) dan petugas keamanan (aviation security/ avsec) agar segera dilakukan penanganan kepada PMP.

Wings Air telah menyerahkan PMP kepada pihak terkait yaitu kepolisian beserta Otoritas Bandar Udara (otband) guna pemeriksaan dan proses lebih lanjut. Hingga tadi ini pukul 21.52 WITA (08/ 02), PMP masih menjalani proses di kantor Otband setempat.

“Penerbangan IW-1478 telah diberangkatkan pada 11.00 WITA dengan menggunakan pesawat Wings Air yang lain yaitu registrasi PK-WGO. Pesawat sudah tiba di Malinau pukul 12.30 WITA,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan bahwa seluruh operasional pesawat mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan (safety first). Wings Air mewajibkan kepada seluruh penumpang untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan saat di darat serta sedang mengudara.

“Tindakan yang dilakukan oleh penumpang indisipliner akan mendapatkan sanksi tegas dan memiliki konsekuensi hukum,” ucapnya.

Sebagai informasi, merujuk Pasal 54 UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, menyebutkan bahwa setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbangan dilarang melakukan perbuatan yang dapat membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan, pelanggaran tata tertib dalam penerbangan.

Kemudian, pengambilan atau pengrusakan peralatan pesawat udara yang dapat membahayakan keselamatan, perbuatan asusila, perbuatan yang mengganggu ketenteraman, atau pengoperasian peralatan elektronika yang mengganggu navigasi penerbangan.

Ancaman hukuman terhadap pelanggaran Pasal 54 UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, dalam Pasal 412 menyatakan, bahwa ayat (1) yang berbunyi, setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbangan melakukan perbuatan yang dapat membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00

“Wings Air berupaya dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan,” tutupnya.(jawapos/jpnn/cm)

Komentar

Berita Lainnya