oleh

Penumpang KA Wajib Rapid Test Antigen

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Tak hanya angkutan udara yang mewajibkan penumpangnya melakukan tes swab PCR saat pandemi COVID-19. Tetapi juga angkutan darat, khususnya kereta api melakukan kebijakan serupa.

Manager Humas Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengharuskan penumpangnya menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil nonreaktif rapid test antigen sebagai syarat untuk naik kereta api.

“Pada periode 9 sampai dengan 25 Januari 2021, pelanggan KA jarak jauh di Pulau Jawa dan Sumatera diharuskan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil nonreaktif rapid test antigen sebagai syarat untuk naik kereta api,” kata Aida, Rabu (13/1).

Aturan tersebut, lanjut Aida, sesuai dengan Surat Edaran Kemenhub No 4 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam masa pandemi COVID-19.

“PT KAI menindaklanjutinya dengan mewajibkan penumpang menunjukkan hasil tes rapid test antigen,” ujarnya.

Aida menjelaskan, pelanggan KA jarak jauh diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil nonreaktif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan.

“Namun syarat ini tidak diwajibkan untuk pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun,” tukasnya.

Ia menambahkan, beberapa hal yang harus diperhatikan para calon penumpang diantaranya penumpang KA jarak jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

“Calon penumpang juga harus memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut, memakai face shield, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Aida, para pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan.

“Bagi pelanggan KA yang perjalanannya kurang dari 2 jam tidak diperkenankan untuk makan dan minum, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut,” tegasnya.

Aida menambahkan, jika di dalam perjalanan pelanggan menunjukan gejala COVID-19, menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare dan demam atau suhu badan lebih dari 37,3 derajat celsius, maka pelanggan tidak boleh melanjutkan perjalanan. Selanjutnya diturunkan di stasiun terdekat untuk dilakukan pemeriksaan. (dey)

Komentar

Berita Lainnya