oleh

Penumpang LRT Sepi, ini Penyebabnya…

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Jumlah penumpang kereta Light Rail Transit (LRT) Palembang selama masa pandemi COVID-19 menyusut. Per harinya hanya menangkut sekitar 160 orang penumpang atau 40 persen dari kapasitas maksimal 400 penumpang.

Kepala Balai Kereta Api Ringan Palembang Ammana Gappa mengatakan, menyusutnya jumlah penumpang tersebut dipengaruhi juga oleh sepinya aktivitas dari bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II).

“Walaupun disumbang hampir seluruh stasiun. Tetapi memang, penumpang paling banyak berasal dari stasiun di Bandara. Jadi sepinya penumpang dari bandara juga ikut berimbas terhadap penumpang LRT,” kata Ammanna.

Ditambah lagi aktivitas masyarakat yang berkurang selama Ramadan, sehingga juga ikut menambah parah tingkat keterisian penumpang. Maka kebutuhan meningkatkan sosialisasi penggunaan moda transportasi LRT Sumsel ke masyarakat makin mendesak untuk dilakukan.

“Kalau kita paksakan selama puasa tentu sulit. Makanya nanti, sosialisasi lebih intens akan kita lakukan usai Lebaran. Kami menargetkan tingkat keterisian penumpang bisa optimal hingga 80 persen,” ucapnya optimis.

Untuk saat ini, sambungnya, dari 8 unit trainset yang tersedia di Depo, ada 7 unit trainset yang dioperasikan. Satu unit trainset dicadangkan untuk mengantisipasi kerusakan ataupun proses maintenance trainset lainnya.

Ammanna menjelaskan, LRT Sumsel hingga saat ini masih menjadi moda transportasi perintis. Sehingga, operasionalnya masih mendapat subsidi oleh Kementerian Perhubungan. Ketergantungan terhadap subsidi pelan-pelan bakal dilepas. Tahun lalu, subsidi yang digelontorkan mencapai Rp123 miliar.

“Sementara tahun ini totalnya Rp114 miliar. Ada penurunan lantaran efisiensi di beberapa item,” pungkasnya. (bim)

Komentar

Berita Lainnya