oleh

Penyakit Syekh Ali Jaber Menyebar ke Paru-paru, Gus Miftah ; Akan Dimakamkan di Darul Quran

SUMEKS.CO- Jenazah Syekh Ali Jaber saat ini masih disemayamkan di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dan jenazah masih dimandikan. Dan akan dibawa ke rumah duka di Rawa Mangun Jakarta.

Ada kabar yang menyebutkan Syekh Ali Jaber akan dimakamkan di Daarul Quran. Rencana pemakaman disampaikan oleh Gus Miftah. “Di Daarul Quran rencananya, tempat UYM,” kata Gus Miftah. Syekh Ali Jaber meninggal dunia hari ini sekitar pukul 8.30 WIB. Kondisi Syekh Ali Jaber semalam pun sempat kritis.

Soal pemakaman Syekh Ali Jaber, sampai saat ini  Ustad Yusuf  belum bisa dimintai klarifikasi. Begitu juga dengan pihak Syekh Ali Jaber belum ada yang memberikan keterangan langsung soal pemakaman sang ulama.

Dalam sebuah video, Syekh Ali Jaber sempat mengutarakan keinginannya dimakamkan di Lombok. Saat itu Syekh Ali Jaber tengah melakukan ceramah.

“Anak saya lahir di Lombok. Salah satu kakek saya meninggal mati syahid lawan penjajah Jepang di Lombok… Jadi hubungan saya dengan Lombok, bahkan saya bercita-cita ya Allah walaupun saya memilih dan memohon meninggal di Madinah, tapi kalau ya Allah saya ditetapkan meninggal di Indonesia, mohon… Saya mau dimakamkan di Lombok,” tuturnya dalam cuplikan video tersebut.

Saat tampil di Kopi Viral, Irfan Hakim menelepon asisten Syekh Ali Jaber. Di situ, ia menanyakan kronologi meninggalnya Ali Jaber.

Irfan Hakim kemudian menanyakan soal pemakaman Syekh Ali Jaber.”Benar katanya sebelum ini Syekh Ali Jaber nmau dimakamkan di Lombok?” tanya Irfan.

Asisten Syekh Ali Jaber masih belum bisa memastikan. Tapi ia mengakui Ali Jaber sempat dulu meminta dimakamkan di Lombok.”Iya itu beliau meminta di Lombok kan beliau masuk ke Indonesia pertama di Lombok,” jawabnya.

Yusuf Mansyur mengakui, Syekh Ali Jaber mengalami kritis pada Rabu (13/1) sekitar pukul 23.00 WIB. Dia memastikan, Syekh Ali Jaber telah sembuh dari Covid-19. ’’Pada malam itu, Syekh Ali sudah dipasangkan alat untuk jantung, karena denyut nadinya tuh sampai 190 per menit,’’ kata Yusuf Mansyur.

Yusuf menuturkan, Syekh Ali Jaber telah negatif Covid-19. Namun dia tak memungkiri, penyakitnya itu sudah menyerang ke paru-paru. ’’Jadi Covid-nya mah sudah tidak ada. Tapi sudah terlanjur menyerang ke paru-paru dan lain sebagainya. Jadi saat wafat sudah dinyatakan negatif Covid-19,’’ tegas Yusuf.

Kini RS Yarsi Jakarta Pusat nampak terlihat penjagaan ketat yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat. Beberapa petugas terlihat berjaga di sekitar pintu masuk rumah sakit.

Ustadz Yusuf Mansur membenarkan kabar meninggalnya Syekh Ali Jaber pada pukul 8.30 WIB di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta. Di mana Syekh Ali sendiri sejak 29 Desember 2020 dinyatakan positif Covid-19.

Namun, dia juga mengklaim bahwa pada saat wafatnya ulama yang lahir di Madinah, Arab Saudi itu telah terbebas dari Covid-19. Hal itu ia sampaikan melalui akun Instagram-nya @yusufmansurnew.

’’Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, kita semua berduka, Indonesia berduka. Syekh Ali berpulang ke Rahmatullah jam 8.30 pagi tadi di Rumah Sakit YARSI Jakarta. Syekh Ali memang kena Covid, tapi Covidnya udah ngga ada, meninggalnya udah dalam keadaan negatif Covid,’’ tulisnya dalam ketarangan foto di Instagram-nya yang dikutip JawaPos.com, Kamis (14/1).

Dia mendoakan pria yang wafat pada usia 44 tahun ini husnul khotimah dan syahid. Ustadz Yusuf juga mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan kabar semalam bahwa Syekh Ali Jaber kritis dan hendak dipasang alat jantung. ’’InshaAllah beliau syahid, kurang lebih 16–17 hari ya diventilator dan semalam dikabarin oleh Sultan Iskandar dan dokter bahwa Syekh Ali kritis,’’ ungkap dia. (jpg/jawapos/ckm/detik)

Komentar

Berita Lainnya