oleh

Penyebar Video ‘Telanjang Dada’ Diciduk, Pelakunya Belum Dirilis Polisi…

-Hukum-97 views

SUMEKS.CO – Penyebar video vulgar, ‘gadis bertelanjang dada’ sudah ditangkap polisi. Namanya Rival alias F.  Si korban, sebut saja Bunga, 16 tahun, sudah memenuhi panggilan polisi.

Dia datang ke Polres Prabumulih, Rabu  (18/9).  Penyidik Satreskrim Polres Prabumulih menindaklanjuti laporan ibu Bunga, bahwa anaknya yang masih dibawah umur telah dipaksa F untuk berhubungan layaknya pasangan suami istri.

Diceritakan, peristiwa itu bermula pada 2 Agustus lalu. Korban mendapatkan pesan WA (Whatsapp) dari Rival yang memakai foto profil pria ganteng. Ternyata ini modus tersangka Rival.  

“Kami pacaran tapi tak pernah bertemu. Hanya via Whatsapp. Saya sering dibujuknya dan diminta kirim video pribadi.  Dan video 41 detik berisi saya bertelanjang dada itu yang dikirim,”sesalnya.

Hubungan via ponsel itu berlangsung singkat. Puncaknya 2 September, Bunga minta putus melalui Whatsapp.  Rival alias F tak suka diputus.  Dan keesokan harinya, masuk pesan WA dan F mengancam akan menyebarkan video itu ke media sosial.

“Rival itu ternyata F, saya sudah minta tolong agar tidak disebarkan. Apapun syaratnya akan dituruti. F pun minta kalau tidak mau disebar maka harus jadi pacarnya lagi,” ungkapnya.

Selanjutnya pelaku mengajak Bunga ‘kopi darat’  alias ketemuan pada 6 September  2019.  Pelaku melancarkan aksinya, minta dilayani nafsunya untuk berhubungan badan. Jika tidak, video akan disebar.

“Waktu itu saya tidak datang. Lalu dia (F) mengancam lagi akan menyeebarkan video pada guru dan teman-teman sekolah Bunga. Saya takut, kalau disebar saya pasti berhenti sekolah, malu dan viral,” jelasnya.

Selanjutnya, keduanya bertemu. Pelaku mengajak korban ke sebuah kamar kost di kawasan Jalan Urif Sumaharjo atau Jalan Nasional.  Di tempat inilahpelaku memuaskan hasratnya pada korban.

“Cuman sekali dia melakukan, saya lalu pulang dan tidak pernah cerita karena takut. Tapi setelah itu ternyata dia minta terus, saya kemudian mengajak putus tapi dia menolak dan akan menyebarkan video lain,” bebernya.

Saat setelah mengajak putus, kata dia. Handphone miliknya rusak sehingga tidak bisa berkomunikasi lagi dengan pelaku F. “Mungkin karena tidak ada kabar itu dia nyebarkan video 13 detik dimulai ke teman-teman sekelas, saya tidak tau dari mana dia dapat nomor handphone kawan di sekolah, dia kesal pikirnya saya tidak ada kabar ada cowok lain.

“Waktu disebar ke teman-teman saya minta tolong jangan disebar lagi, tapi malah menyebar ke kawan lainnya dan guru-guru,” imbuhnya seraya menyebut pelaku F tinggal di Perumnas 4, Padat Karya Gunung Ibul dan mengaku bekerja di counter handphone.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH melalui Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH ketika dibincangi mengungkapkan pihaknya memintai keterangan korban dan melakukan proses lebih lanjut.

“Pelaku telah kami amankan dan masih menjalani pemeriksaan kami,” tukasnya seraya menyebut secepatnya akan segera dirilis (ungkap kasus, red). (chy)

 

Komentar

Berita Lainnya