oleh

Penyekat Itu, Beri Rasa Aman dan Kurangi Risiko Terpapar

CEMAS DAN BINGUNG. Itulah kata yang cocok mendeskripsikan perasaan dari Hilda (45) Karyawan Swasta di kota Palembang. Betapa tidak, selama ini berangkat dan pulang dari kantor, dia selalu menggunakan layanan jasa transportasi daring. Nah, gara gara pandemic Covid19 melanda negeri ini, sejak Maret lalu, Hilda terpaksa berhenti menggunakan jasa taksi online.

Sempat, Hilda, menggunakan jasa ojek pangkalan, yang kebetulan tetangganya. Artinya dia mengenal baik si driver. ‘’Saya tahu, dan memang sejak ada virus ini, tetangga saya berhenti jadi tukang ojek. Selain sepi dan dia juga takut tertular,’’ cerita Hilda.

Maret berlalu, masuk ke bulan bulan berikutnya. Belum ada tanda tanda, pandemic mereda, malah semakin tinggi angka penularan secara nasional dan local sendiri. Transportasi daring pun diputuskan pemerintah untuk menghentikan layananannya sementara waktu.

Suatu saat, Hilda iseng membuka aplikasi transportasi online langganannya. Di sana tertera fitur yang menyediakan layanan sesuai protocol kesehatan. Memang sih, dari sisi rate, sedikit lebih tinggi disbanding rate normal. Namun, karena zaman sudah berubah, dan protocol kesehatan menjadi sangat penting, Hilda pun menyambut baik fitur tersebut.

Senada dengan Uni, pelajar SMUN di Palembang. ‘’Senang sekali jika memang perusahaan layanan trasportasi online menjadi prokotol kesehatan sebagai standar operasional wajib.’’ Dirinya, kerap menggunakan taksi daring ini, untuk pergi les tambahan. Mengingatkan Uni sudah kelas 12  yang segera menempuh ujian akhir sekolah dan seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

‘’Kemarin, sempat repot. Karena harus diantar jemput oleh orangtua. Orangtua kan kerja semua, jadi kasihan juga. Alhamdulillah sekarang, semua transportasi berbasis aplikasi telah menerap protokol kesehatan dengan ketat.’’

City Manager Grab Palembang, Balqis Yunus SH.MH, menyatakan, perusahaannya sejak Juli lalu, menawarkan fitur baru bagi customernya. ‘’Grab protect, ini solusi kami, bagi customer setia. Ada fasilitas berupa separator, antara pengemudi dan penumpang. ‘’

Balqis sangat memahami, adaptasi kehidupan baru saat ini, prokotol kesehatan begitu penting untuk memutus mata rantai penularan virus yang ditemukan kasus pertamanya Desember 2019.

Pihaknya, dalam melayani, mewajibkan mitra mengutamakan protokol kesehatan saat membawa penumpang. ‘’ Grab sudah menyiapkan layanan dan protokol GrabProtect pada layanan GrabBike dan GrabCar untuk masyarakat yang ingin kembali beraktivitas dengan nyaman dan tenang.’’

GrabProtect hadir sebagai protokol keamanan dan kebersihan untuk meminimalisir risiko penyebaran virus COVID-19. Protokol transportasi ini dilengkapi dengan fitur keamanan, peralatan kebersihan, serta aturan keamanan terbaru yang menjadi standar terbaik dalam industri ride-hailing. ‘’Yang aman dan nyaman bukan hanya customer, tapi mitra pengemudi kami juga.’’

Sebagai salah satu perusahaan jasa transportasi berbasis aplikasi, Grab komitmen memberikan yang terbaik untuk menjaga kesejahteraan para mitra serta melindungi kesehatan dan keselamatan mereka dan masyarakat. ‘’ Kami telah mengimplementasikan berbagai inisiatif seperti undangan untuk dilakukan penyemprotan kendaraan secara berkala, pemberian COVID KIT,’’ tutur dia seraya menambahkan driver dan customer diwajibkan memakai masker.

Iwan, salah satu,  Mitra Grab Bike Palembang, bersyukur sudah bisa ‘narik’ kembali. ‘’Asap dapur berlahan normal,’’ katanya tersenyum. Dulu, pelanggan takut terpapar, sekarang sejak ada sekat pembatas, perlahan namun pasti, jasa saya mulai digunakan.’’

Hilda dan Uni pun kini bersyukur, dengan adanya penyekat antara driver dan customer, , dirinya merasa aman dari risiko paparan virus.  (wiwik)

Komentar

Berita Lainnya