oleh

Penyuap Mantan Aspidum Kejati DKI Dituntut 4,5 Tahun Penjara

-Hukum-166 views

SUMEKS.CO – Direktur PT Java Indoland, Sendy Pericho dituntut empat tahun dan enam bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia juga dituntut membayar denda sebesar Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, menyatakan terdakwa Sendy Pericho dan Alfin Suherman terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata Jaksa KPK Wawan Yunarwanto membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/11).

Sementara itu, Alfin Suherman dituntut tiga tahun penjara serta denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan. Jaksa meyakini, Perbuatan Sendy dilakukan bersama-sama dengan advokat Alfin Suherman untuk menyuap mantan Aspidum Kejati DKI Agus Winoto dan jaksa Kejati DKI Arih Wira Suranta.

Kendati demikian, jaksa mengabulkan permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan Alfin Suherman. Jaksa menilai, keterangan Alfin sejak penyidikan hingga penuntutan dapat mengungkap adanya pelaku lain.

“Sikap terdakwa Alfin Suherman sangat kooperatif dalam memberikan keterangan di persidangan ini haruslah diapresiasi dan selayaknya menjadi alasan yang meringankan tuntutan pidana sehingga melahirkan tuntutan pidana adil,” ucap Jaksa Wawan.

Dalam pertimbangan Jaksa, Sendy menunjuk Alfin Suherman sebagai pengacara dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana yang diduga dilakukan Hary Suwanda dan Raymond Rawung. Menurut Jaksa, Sendy, Hary dan Raymond mendirikan perusahaan Chaze Trade Ltd yang berlokasi di apartemen Sahid Sudirman, Jakarta Pusat.

Namun, perusahaan tersebut mengalami kerugian dan tutup karena Raymond terjerat masalah hukum. Sendy kemudian melaporkan Hary dan Raymond ke Polda Metro Jaya.

Arih Wira pun ditunjuk untuk mengikuti perkembangan perkara tersebut. Selanjutnya, Sendy dan Alfin menemui Arih Wira di gedung Kejati DKI untuk berkenalan dan berkoordinasi terkait perkara Hary Suwanda.

Alfin Suherman disebut jaksa meminta bantuan kepada Tjhin Tje Ming alias Aming agar dikenalkan kepada Agus Winoto dengan maksud berkas perkara Hary Suwanda dkk mendapat perhatian khusus.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, jaksa mengatakan Aming meminta Alfin Suherman menemui Yuniar Sinar Pamungkas selaku Kasi Keamanan Negara Ketertiban Umum dan Tindak Pindana Umum Lain Kejati DKI Jakarta.

Atas pertemuan itu, jaksa menyebut, Sendy dan Alfin memberikan uang sebesar Rp 150 juta kepada Arih Wira agar berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat serta memperberat tuntutan pidana Hary.

Namun, Hary bersepakat dengan Sendy untuk membayar kerugian sekitar Rp 11 miliar dan dibuatkan akta perdamaian. Pada tahap penuntutan Hary, Alfin menemui Aming untuk menghubungi Agus Winoto agar tidak dituntut dua tahun penjara.

Alfin kembali menyerahkan uang Rp 200 juta kepada Arif Wira agar diberikan keringanan tuntutan Hary karena sudah berdamai. Pada akhirnya, Alfin Suherman menyerahkan uang Rp 200 juta serta dokumen perdamaian kepada Yadi Herdianto yang disuruh Yuniar Sinar di Mall Of Indonesia, Jakarta. Uang tersebut untuk diserahkan kepada Agus Winoto di kantornya agar meringankan tuntutan Hary.

“Berdasarkan uraian diatas, maka unsur memberikan hadiah atau janji terpenuhi secara hukum,” tegas jaksa.

Selain itu, Alfin Suherman diyakni bersalah memberikan suap kepada empat pejabat Kejati Jawa Tengah. Uang tersebut agar pejabat Kejati Jateng mengurus perkara pemilik PT Suryasemarang Sukses Jayatama, Surya Soedharma.

Empat pejabat tersebut adalah Kusnin selaku Aspidsus Kejati Jawa Tengah menerima Rp 1 miliar, SGD 325 ribu dan USD 20 ribu, Rustam Efendy selaku Kasi Penuntutan Tindak Pidana Khusus Jateng menerima USD 10 ribu, Adi Wicaksana selaku Kasi Eksekusi dan Eksaminasi Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng USD 10 ribu serta Benny Chrisnawan selaku Staf Tata Usaha Kejati Jateng menerima USD 10 ribu.

Sendy dan Alfin diyakini bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. (jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya