oleh

Penyuluhan Budidaya Ikan Lele ke Warga Kemang Agung

PALEMBANG – Kepedulian sosial PT PLN (Persero) Unit Pengendalian Pembangkitan Keramasan Unit Layanan Pelanggan Listrik Keramasan terhadap sekitar terus dilakukan. Salahsatunya melalui penyuluhan pengembangan budidaya ikan air tawar (ikan lele). Dengan menggandeng petugas penyuluh perikanan Dinas Perikanan Kota Palembang. Yang kali ini menyasar warga di Lrg Keramat RT 17 Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati.

Tak hanya mendapatkan penyuluhan, kelompok peternak ikan air tawar ini juga dibantu pengadaan bibit ikan lele jenis Sangkuriang yang untuk tahap awal sebanyak 3.000 ekor. Penyerahan secara simbolis bibit ikan lele sekaligus pembukaan penyuluhan pengembangan budidaya ikan air tawar ini. Silakukan langsung oleh manager UPDK Keramasan, Shodiqin.

“Penyaluran dana CSR yang bersumber dari potongan hasil keuntungan yang didapat PLN ini. Diprioritaskan untuk program pemberdayaan masyarakat yang ada di sekitar area operasi perusahaan kami,” ungkap Shodiqin. Didampingi manager bagian KSA, Rusman Effendi dan manager ULPL Keramasan, Hasymi Irawan kemarin (2/5).

Khususnya untuk warga di RT 17 Kelurahan Kemang Agung. Pihaknya mencoba membudidayakan ikan air tawar mengingat kondisi geografis yang memang mendukung untuk pembudidayaan ikan tersebut.

“Disini kami melibatkan penyuluh perikanan dari Dinas Perikanan Kota Palembang. Dimana untuk rencana awalnya bakal ada tiga keramba ikan yang dibuat dengan berikan masing-masing 3.000 bibit. Penerimanya adalah kelompok peternak ikan yang dibentuk dimana setiap kelompok terdiri dari 10 warga,” imbuhnya. Yang menyebut disini pihaknya hanya sebatas menstimulasi atau pemantik. Untuk berkembang atau tidaknya budidaya ikan air tawar ini sepenuhnya bergantung kepada warga.

Sementara, menurut petugas penyuluh perikanan Dinas Perikanan Kota Palembang, Parikesit Riza. Untuk penyuluhan kali ini mengusung tema manajemen budidaya ikan air tawar khususnya ikan lele.

Ada sejumlah alasan kenapa ikan lele yang dipilih diantaranya jangka waktu pemeliharaan yang relatif singkat, lokasi pembudidayaan yang fleksibel. Hingga harga jual di pasaran yang relatif lebih stabil dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya.

“Harapan kami ke depan supaya masyarakat disini bisa mengembangkan budidaya ikan lele ini. Hingga menjadikannya sebagai mata pencaharian utama bukan lagi hanya sekedar bisnis sampingan. Sehingga pada akhirnya diharapkan akan dapat menopang taraf perekonomian warga disini,” imbuh Parikesit.(kms)

Komentar

Berita Lainnya