oleh

Perang Medsos, Bikin Gaduh Jelang Pilkada

-Sumsel-145 views

MURATARA – Maraknya akun bodong yang beredar di media sosial Kabupaten Muratara, mendapat respon dari beragam kalangan. Untuk mengatasi akun bodong itu, Polres Muratara bakal siapkan tim khusus untuk memantau selama Pilkada Muratara.

Fadil warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara mengungkapkan, selain maraknya bermunculan akun bodong di media sosial. Banyak juga informasi yang sengaja di sebarnya tanpa dasar di media sosial. Dia mengaku, kondisi itu tentunya membuat gaduh suasana jelang pelaksanaan Pilkada Muratara.

“Sekarang banyak nian akun-akun idak jelas di media sosial, biasonyo akun-akun itu nimbrung di grub-grub daerah. Mungkin sudah mulai ada yang kampanye hitam, sekarang tensi politik sudah mulai terasa di Muratara,” katanya, Selasa (19/11). Dia mengungkapkan, akun-akun itu sering kali mengunggah informasi tendesius yang memancing emosional pengguna media sosial, khususnya ke sejumlah tokoh politik di Muratara.

Sementara itu, H Akis Ropi Ayub salah satu kandidat peserta yang bakal mengikuti pencalonan Bupati Muratara mengungkapkan. Pihaknya tidak terlalu mempersalahkan penggunaan media sosial untuk berbagi informasi terhadap masyarakat publik.

Namun pihaknya berharap, masyarakat agar bisa menggunakan media sosial secara bijak.”Kalau untuk berbagi informasi itu sangat bagus, tapi jangan sampai kita melakukan hal negatif seperti kampanye hitam atau yang lainnya,” bebernya. Pihaknya berharap, pihak kepolisian bisa mengantisipasi jika adanya akun-akun bodong yang sengaja menyebarkan informasi negatif atau melakukan kampanye hitam.

“Kita sangat dukung jika pihak kepolisian menerapkan pengawasan terhadap media sosial. Karena di media sosial itu wadah untuk berbagi informasi dan interaksi sosial, tapi jangan sampai interaksi itu mengakibatkan hal negatif,” tutupnya.

Terpisah, Kapolres Muratara AKBP Adi Witanto melalui Wakapolres Muratara Kompol Jossy menuturkan. Dalam waktu dekat akan melakukan pemetaan potensi kerawanan Pilkada. “Kalau di Muratara banyak kampanye hitam melalui media sosial. Tentunya akan kita antisipasi dengan membentuk tim khusus untuk monitoring,” bebernya.

Pihaknya berharap, dengan jaminan keamanan masyarakat bisa merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktifitas. “Untuk menghadapi pilkada tentunya kita akan siapkan strategi, seluruh potensi di lapangan maupun di media sosial akan kita pantau,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya