oleh

Perantau Pulang Kampung Mencapai 5 Ribu Orang

2.691 Dinyatakan Sehat

MUARA ENIM –  Kedatangan perantau pulang kampung ke Kabupaten Muara Enim semakin tak terbendung meski sudah ada larangan mudik dari pemerintah.Hingga kini jumlah perantau pulang ke Bumi Serasan Sekundang tercatat telah mencapai 5 ribu orang. Dari jumlah terebut baru 2.691 dinyatakan sehat.

Menurut Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Muara Enim, Panca Surya Diharta, berdasarkan data terakhir 11 April 2020, sudah ada sebanyak 5.184 Pelaku Perjalanan Daerah Terjangkit (PPDT) di Kabupaten Muara Enim. “Dari 5 ribuan PPDT yang terdata tersebut baru 2.691 dinyatakan selesai pemantauan alias sehat, sedangkan sisanya 2.493 masih dalam pemantauan,”kata Panca, Minggu (12/4).

Panca mengatakan, PPDT atau perantau yang pulang ke Muara Enim dipantau di 22 Puskemas seluruh Kecamatan Muara Enim.  Adapun PPDT terbanyak ditangani oleh puskesmas Sumber Mulya, Kecamatan Lubai Ulu dengan 680 orang dan Puskesmas Kecamatan Gelumbang sebanyak 601 orang. “PPDT yang dipantau tersebut diminta menerapkan isolasi mandiri 14 hari, juga wajib melapor ke posko-posko covid-19 terdekat,”jelasnya.

PPDT tersebut, lanjut Panca mayoritas pulang dari daerah perantauan yang terjangkit Covid-19 seperti DKI Jakarta dan sebagainya. Mereka sebagian besar kalangan pekerja perantau dan ada pula pelajar serta mahasiswa.

Panca menegaskan, seluruh warga luar yang masuk ke Kabupaten Muara Enim wajib melapor ke posko-posko covid-19 terdekat serta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Panca juga menghimbau kepada masyarakat Muara Enim, terus berperan aktif melaporan kepada petugas apa bila ada sanak famili atau tetangga baru pulang dari Daerah pendemi Covid-19.

“Kami himbau kesadaran dan partisipasinya agar warga yang datang  untuk segera melapor ke posko-posko terdekat Covid-19 agar dapat didata dan diperiksa kesehatan tubuhnya,”ungkapnya.

Plt Bupati Muara Enim H Juarsah meminta seluruh Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Muare Enim diminta untuk mengawasi ketat warganya terutama yang datang dari luar daerah. Langkah ini untuk mengantisipasi adanya warga yang terjangkit virus corona. “Salah satu hal yang ditekankan terutama kepada para kepala desa agar selalu mengetahui pergerakan arus keluar-masuk warga dari luar daerah,”tegas Juarsah. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya