oleh

Perawat RS Siloam Palembang Dianiaya, Ini Respons Keras Politikus PKS

SUMEKS.CO – Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menyesalkan tindakan penganiayaan terhadap seorang perawat RS Siloam di Palembang yang viral di media sosial. Meski kini pelaku sudah ditahan aparat kepolisian, Mufida menekankan agar peristiwa penganiayaan terhadap tenaga kesehatan tidak terulang lagi.

Mufida menekankan, jika profesi tenaga kesehatan dilindungi oleh UU. Pada Pasal 57 huruf a UU Nomor 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan juga menyebutkan bahwa tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik berhak memperoleh pelindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan profesi, dan standar prosedur operasional.

“Profesi tenaga kesehatan kita sangat dilindungi, apalagi saat ini masih menangani pandemi yang membutuhkan pengorbanan teman-teman tenaga kesehatan. Tentu tindakan kekerasan apapun bentuknya, tidak boleh terulang terhadap tenaga kesehatan,” ujar Mufida kepada wartawan, Sabtu (17/4).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini merilis data, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mencatat lebih dari 600 insiden kekerasan, pelecehan, atau stigmatisasi terhadap petugas kesehatan, pasien, dan infrastruktur medis Covid-19 pada enam bulan pertama pandemi di dunia.

Di Indonesia pernah terjadi jenazah perawat RSUP dr Kariadi Semarang ditolak warga dan kasus penganiayaan perawat Covid-19 di RSUD dr Haulussy, Maluku. “Artinya peristiwa di Palembang bukan yang pertama. Kekerasan bukan hanya tentang kekerasan fisik tetapi juga stigma dan diskriminasi sikap. Pemerintah dan organisasi profesi kesehatan harus lebih gencar melakukan pendidikan ini ke masyarakat,” paparnya.

Komentar

Berita Lainnya