oleh

Perdamaian Tidak Tercapai, Lanjut Sidang Sengketa

PRABUMULIH – Mediasi antara penggugat dan tergugat terkait lahan proyek tol di Desa Jungai, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) kembali dilakukan di Pengadilan Negeri (PN).

Ditengahi Hakim Mediator, Deswina Dwi Hayati SH. Namun, hingga mediasi terakhir nampaknya tidak tercapai kesepakatan damai. Hanya 4 pemilik lahan mau berdamai dengan penggugat, sedangkan 17 pemilik lahan lainnya bersikukuh melanjutkan ke sidang sengketa.

Kuasa Hukum Penggugat, Gunawan SH menerangkan, pihaknya telah menurunkan kembali tawaran hingga hasil ganti rugi lahan proyek tol dibagi dua. Antara, tergugat dan penggugat.

“Tetapi, nampaknya hanya 4 pemilik lahan saja yang bersedia berdamai. Sementara itu, 17 pemilik lahan lainnya ingin berlanjut ke sidang sengketa,” ujar Gunawan.

Kalau demikian, kata Gunawan akan bertemu lagi pihaknya di sidang sengketa lahan proyek tol tersebut. “Yah, kalau tidak ada perdamaian. Artinya, kita lanjut ke sidang sengketa sesuai harapan kita sebelumnya. Sehingga, tahu mana yang benar dan tidak. Tahu siapa pemilik lahan sah, diputuskan majelis nantinya,” tukasnya.

Terpisah, Kuasa Hukum Tergugat, H Jhon Fitter S SH MH mengatakan, 17 pemilik lahan selaku tergugat merasa keberatan dengan tawaran disampaikan penggugat.

“Sehingga, lebih memilih untuk melanjutkan pekara ini ke sidang sengketa. Dan, nantinya diputuskan majelis hakim memimpin sidang,” ujarnya didampingi Kasubag Bantuan Hukum, Wiwik Liswaty SH.

Untuk menghadapi gugatan penggugat, telah menyiapkan bukti. Khususnya, kepemilikan sah tanah sengketa tersebut. “Dengan bukti dan saksi, sebagai alat bukti kita optimis bisa memenangi perkara sidang sengketa lahan proyek tol ini,” tukasnya.

Tahap mediasi terakhir dihadiri 3 penggugat dan keluarganya, juga sebanyak 21 tergugat. Termasuk, Camat RKT, Kades Jungai, Perwakilan Bagian Hukum, dan lainnya.

Ketua PN, Yanti Suryani SH MH dikonfirmasi melalui Humas, Norman Mahaputra SH didampingi Hakim Mediator, Deswina Dwi Hayanti SH dikonfirmasi membenarkan, setelah cukup lama mediasi akhirnya tidak tercapai kesepakatan. Nantinya, perkara ini dikembalikan ke majelis hakim untuk disidang sengketakan.

“Betul, pada mediasi terakhir tadi (kemarin, red). Tidak terjadi kesepakatan damai, antara penggugat dan tergugat hingga akhirnya dilanjutkan sidang sengketa,” pungkasnya.

Tidak terjadinya perdamaian, akunya karena keduanya tetap pada pendiriannya masing-masing mengaku kalau lahan proyek tol bakal diganti rugi miliknya.

“Hanya 4 orang mau berdamai, 17 orang tetap pada pendiriannya. Kita menunggu jadwal sidang selanjutnya,” pungkasnya. (03)

Komentar

Berita Lainnya