oleh

Perekonomian Indonesia 2020 Ada Harapan Membaik

SUMEKS.CO-Sejak awal 2018 pertumbuhan global mengalami penurunan. Kondisi ini dipicu perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina. Kabar gembira ini akan membuat ekonomi global ada harapan akan membaik di pertengah 2020 mendatang.

Seperti dilansir CNBC Internasional, kemarin , pejabat Asia Pasifik di UBS Global Wealth Management, Adrian Zuercher, meyakini perekonomian dunia akan mengalami pertumbuhan.

Indikator lainnya, kata dia, kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh sejumlah bank sentral di dunia sudah mulai terlihat pengaruhnya di tahun depan. “Perbaikan yang signifikan akan terjadi mulai pertengahan 2020, tepatnya di kuartal IV-2019,” katanya.

Dia juga meyakini, Presiden Donald Trump akan mempertimbangkan kembali pencabutan tarif pada barang Cina. “Mungkin tarif Desember bisa dihilangkan. Itu akan baik untuk perbaikan ekonomi secara perlahan,” katanya.

Menanggapi optimisme tersebut, Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda mengatakan, apabila perang dagang AS dan Cina mereda, maka ada harapan perekonomian Indonesia akan membaik di tahun depan.

Namun, menurut Huda, Pemerintah juga harus mewaspadai terhadap konflik-konflik lain yang akan terjadi di tahun depan.

“Konflik-konflik lain dan potensi konflik di tahun depan juga masih ada. Pemerintah harus mengindentifikasi konflik-konflik yang memungkinkan terjadi di tahun depan sehingga bisa meminimalisir dampak negatifnya,” ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (6/12).

Lanjut Huda, dia mencontohkan, salah satunya dengan memperluas pangsa pasar dengan sejumlah negara lain. “Harus memperkuat hubungan hubungan mitra dagang dengan negara lain atau regional lainnya untuk memperluas pangsa pasar,” katanya.

Sementara itu, Direktur Riset Centre of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan, prediksi tersebut pemerintah jangan terlalalu senang dahulu, sebab tidak tahu arah Donald Trump seperti apa.

“Perang dagang masih dipenuhi ketidakpastian. Arah kebijakna Donald Trump tidak mudah ditebak,” kata Piter kepada Fajar Indoensia Network (FIN), kemarin (6/12).

Seperti diketahui, Dana Moneter Internasional I(MF) memperkirakan pertumbuhan global hanya sebesar 3 persen atau turun dari proyeksi sebelumnya di Juli 3,2 persen. Bahkan lebih parah lagi, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) ekonomi hanya tumbuh 2,9 persen di tahun ini.(din/fin)

Komentar

Berita Lainnya