oleh

Peringati Hari TBC, Ratusan Warga Ikuti Kegiatan Gowes

-Kesehatan-173 views

PALEMBANG – Tanggal 24 Maret dikenal sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia secara global. Tanggal saat pertama kali Robert Koch menemukan bakteri TBC (Mycobacterium tuberculosis) dijadikan kesempatan untuk mengajak semua pihak untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis. Seluruh lapisan masyarakat dingatkan kembali bahwa TBC masih menjadi permasalahan kesehatan di dunia yang menyebabkan banyak kematian di berbagai negara.

Dengan mengambil tema peringatan “Saatnya Indonesia Bebas TBC, mulai dari saya” Kota Palembang melalui Dinkes kota Palembang menggelar peringatan hari Bebas TBC ini, dengan peringatan inidiharapkan dapat menggerakkan hati setiap orang untuk menyadari bahwa eliminasi TBC bukan hanya tanggungjawab sektor kesehatan tetapi tanggungjawab setiap individu yang ada baik sehat maupun sakit. Deteksi dini dan pencegahan penularan TBC, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang permasalahan TBC. Tema ini juga merupakan upaya meningkatkan peran pemangku kebijakan dan peran serta kelompok masyarakat lainnya dalam mendukung program pengendalian TBC dan mampu menempatkan TBC sebagai isu utama di semua sektor.

Foto : Ist

Dijelaskan oleh Kadinkes Kota Palembang Dr Hj Letiziah Mkes bahwa WHO memperkirakan insiden TBC di Indonesia pada tahun 2017 sebesar 842.000 atau 319 per 100.000 penduduk dimana Negara kita menempati peringkat ketiga dengan beban kasus TBC terbanyak di dunia setelah India dan Cina. Sedikit terjadi perbaikan posisi Negara kita dibanding sebelumnya estimasi kasus TB di Indonesia sebesar 1.020.000 kasus dan kita menempati posisi kedua setelah India. Dan Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2018 memberikan estimasi insiden kasus TBC di kota Palembang sebesar 10.893 kasus dengan target penemuan kasus di tahun 2018 sebanyak 5.991 kasus TB yang ditemukan, diobati dan dilaporkan dari seluruh fasyankes yang ada di kota Palembang.

“Alhamdulillah target itu dapat kita capai dengan penemuan kasus yang diobati dan dilaporkan sebanyak 6.056 kasus TBC. Target tersebut memang harus kita capai karena hal itu berarti masyarakat kota Palembang yang menderita TBC mendapatkan pelayanan pengobatan TBC sampai sembuh dan mencegah terjadinya penularan lebih lanjut ke orang-orang yang kontak atau berada di sekitarnya. Obat untuk penderita TBC ini tersedia di seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit/Klinik/Balai Pengobatan layanan TB DOTS, dan gratis serta berkualitas sesuai standar WHO,” ujarnya.

“Dipilihnya kegiatan Gowes pada puncak peringatan HTBS di kota Palembang pada tahun ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana pelaksanaan Kampanye dan edukasi TBC dalam bentuk yang menyenangkan dan menarik perhatian publik. Fun campaign ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kepedulian masyarakat terhadap penyakit TBC dengan cara yang lebih bersahabat,” tambah letiziah.

“Melalui kegiatan Gowes dalam rangka peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia tanggal 24 Maret 2019 ini, saya menghimbau kita semua untuk semakin peduli dengan kesehatan kita agar Indonesia pada umumnya dan kota Palembang pada khususnya masyarakatnya sehat bebas TBC, dan itu semua kita mulai dari kita masing-masing sebagaimana tema kita “Indonesia Sehat Bebas Tuberkulosis dimulai dari Saya. Tidak lupa kita tingkatkan daya kebugaran dan daya tahan tubuh kita, selain melalui asupan gizi yang baik, memeriksakan kesehatan secara teratur, juga melalui kegiatan olah raga yang teratur seperti melalui kegiatan Gowes pada hari ini,” pungkasnya.(*)

 

 

 

Komentar

Berita Lainnya