oleh

Peringati Warga Penyebar Berita Hoax

PALI – Larangan dalam penyebaran berita yang belum jelas sumbernya terkait wabah corona disampaikan Kepala Inspektorat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kartika Yanti saat mensosialisasikan pencegahan Covid-19 di Desa Persiapan Jerambah Besi, Kecamatan Talang Ubi.

Menurutnya, pelaku penyebar berita bohong atau sering dikenal dengan berita hoax bakal dijerat hukum, pasalnya imbas dari berita yang menyesatkan menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat.

“Kami menghimbau warga untuk bijak dan selektif dalam menyaring berita yang diterima. Jangan asal menyebarkan apalagi melalui media sosial, yang jelas dapat menimbulkan simpang siur dan membuat gaduh. Tentu saja, bagi pelakunya bakal berurusan dengan hukum,” ujarnya.

Pada sosialisasi tersebut, dirinya juga mengajak masyarakat untuk ikut patuhi anjuran pemerintah dalam mencegah corona. “Covid-19 tidak akan selesai hanya dengan sosialisasi, tetapi harus didukung semua elemen masyarakat. Kita semua harus bersatu lawan corona,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD PALI Irwan ST yang ikut dalam kegiatan tersebut, didampingi Aswawi Mansur, yang juga anggota Komisi I DPRD PALI menjelaskan, bahwa dari pengamatannya di beberapa negara,  salah satunya negara Italia. Yang merupakan negara terbaik dalam sisi kesehatan, tetapi karena menyikapi corona dianggap gurauan akhirnya negara ini terpuruk.

“Apa yang terjadi saat ini di Italia, setiap hari sedikitnya 427 warganya meninggal dunia. Dan dalam tempo tiga hari ada 1.529 warga Italia meninggal. Dari situ kita harus renungi, jangan sampai kejadian itu terjadi di kita. Untuk itu mari kita patuhi anjuran pemerintah, paling tidak hindari bersalaman, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun, kurangi dalam kerumunan karena penyebaran virus itu salah satunya dari kontak langsung,” terangnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya