oleh

Perjuangkan Hak suami, Istri Karyawan Minanga Ogan Bermalam dikantor Minanga Ogan

BATURAJA – Para istri Karyawan PT Perkebunan Minanga Ogan terus berjuang untuk membantu para suami dalam mendapatkan hak mereka. Berbeda dari sebelumnya yang datang bersama anak dengan membawa botol susu kosong kekantor regional PT Minanga Ogan.

Kali ini ’emak-emak’ kembali datang dengan memboyong anak dan peralatan tidur. Istri Karyawan tersebut menggelar aksi protes dengan bermalam dikantor. Tuntutan mereka sama dengan aksi sebelumnya yakni bayarkan gaji suami mereka selama tiga bulan tanpa di cicil.

Beberapa dari peserta aksi terlihat menggendong anak mereka yang masih balita. Beberapa diantaranya juga terlihat menggelar tikar sambil menunggu informasi dari pihak manajemen kapan hak suami mereka akan di bayarkan.

Bahkan peserta aksi yang berjumlah sekitar 200 orang tersebut sempat tak bisa keluar dari kantor regional Minanga Ogan karena diminta peserta aksi sebagai jaminan sebelum manajemen membayarkan gaji suami mereka.

” Tadi ada tiga manajer yang tidak keluar yakni manajer Pemitra/KUD Prasetyo Widodo, Kemudian Misran Plt Manajer HRD, serta Manajer Legal dan Humas Diki Eksana Sinungan, ibu ibu minta mereka sebagai jaminan sebelum gaji suami mereka dibayar,” Ujar Sumber portal ini Rabu (9/9/2020) malam.

Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga melalui Kapolsek Lubuk Batang Iptu Haryanto membenarkan hal itu, saat ini tiga orang manajer tersebut sudah kembali kerumah masing masing setelah dilakukan mediasi.

” Tadi mau nya begitu ( sebagai jaminan) namun hal itu tidak boleh sehingga kita mediasi dan tiga orang manajer tersebut saat ini sudah kembali,” Ujar Haryanto saat dikonfirmasi pukul 19.40 wib.

Dikatakan Haryanto, situasi dikantor regional PT Minanga Ogan masih kondusif, para istri Karyawan berusaha menempati kantor Minanga Ogan untuk menggelar aksi bermalam dikantor. Pihak kepolisian juga berupaya melakukan pendekatan persuasif agar peserta aksi kembali kerumah masing masing.

” Peserta aksi rencananya ingin bermalam, tapi kita upayakan pendekatan persuasif agar kembali kerumah masing masing, kasihan anak anak mereka. Untuk saat ini masih berlangsung dan kondusif,” Kata Haryanto.
Polisi dan TNI masih berjaga dikantor regional PT Minanga Ogan Kecamatan Lubuk Batang, Sedikitnya 50 personil gabungan di siagakan.

Saat ini belum ada titik temu antara Perusahaan dan karyawan. Dimana sebelumnya pihak perusahaan akan membayar gaji karyawan sebesar Rp 300ribu /3 dengan cara di cicil. Hal ini kemudian diprotes oleh karyawan dan istri yang menentang rencana tersebut.

Karyawan meminta gaji mereka di bayar secara utuh termasuk tunjangan yang selama ini tak dibayar lagi. Sementara serikat pekerja dan perusahaan terus bermusyawarah mencari titik temu antara perusahaan dengan karyawan (Ar)

Komentar

Berita Lainnya