oleh

Perkosa dan Pembunuh Gadis Suku Badui Ditangkap di OKU

Satu dari tiga tersangka kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap SW (13), gadis asal Suku Badui ditangkap Tim Resmob Polda Banten. 

Tersangka berinisial AMS alias E ditangkap di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumsel. Sedangkan AR (15) dan F ditangkap di lokasi berbeda. 

Ketiganya, ditangkap setelah buron hampir sepekan pasca peristiwa tragis itu pada Jumat lalu (30/9/2019). 

Kepada penyidik, tersangka AMS, mengaku nekat membunuh korban karena gugup dan takut aksinya diketahui warga lantaran korban SW berteriak-teriak saat diperkosa.

Korban gadis Suku Badui asal Kampung Karakal, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

“Korban teriak-teriak, kami takut ketahuan,” ujar AMS saat rilis kasusnya di Mapolda Banten.

Sebelum membunuh dan memerkosa korban SW, AMS dan dua temannya mengajak ngobrol korban yang sedang duduk sendirian di gubuknya Kampung Cisimeut Raya, Desa Cisimeut. 

“Saya nanya, di sini biasanya golok itu dibikin sendiri apa beli? Dia jawab, beli, nggak pernah bikin,” kata AMS.

Saat salah satu pelaku meminjam golok milik ayah korban, korban yang polos memberikannya begitu saja. Korban lalu meminta kembali golok ayahnya yang dipinjam pelaku.

Namun, pelaku SW menolak mengembalikan. Dia malah menodongkan golok itu ke leher korban. “Sempat diminta lagi golok itu, enggak saya kasihin, setelah itu saya todongin ke lehernya,” ujarnya.

Setelah itu, ketiga pelaku mengikat korban dan dengan keji memerkosanya. 

Korban terus berusaha melakukan perlawanan. Perlawanan korban membuat ketiga pelaku panik sehingga mulai membacok korban dengan golok hingga salah satu lengan korban nyaris putus. Setelah memastikan korban tewas, ketiga pelaku kabur.

“Di situ, diikat tangannya sama itunya semuanya di situ, kami bunuh. Kalau jumlah ayunan bacok saya kurang tahu, pokoknya sampai hampir patah tangannya dia. Saya bacok tangan, pipi, dan leher. Teman saya enggak bagian membacok, dua-duanya memerkosa, saya yang membacok,” ujarnya.

AMS menuturkan, dia dan dua temannya tega memerkosa korban lantaran korban diketahui sering terlihat sendirian di gubuk itu. Kondisi itu mendorong ketiga pelaku berencana memperkosa korban.

Diketahui, korban SW ditemukan pada pukul 16.00 WIB oleh kakak korban. Saat itu, korban baru saja akan pulang ke rumah di kawasan Karakal yang berjarak 10 kilometer dari saung tempat ditemukannya jasad korban. (jpg) 

Komentar

Berita Lainnya