oleh

Perkosa Dua Anak Kandung Sendiri, Bapak Ini Mengaku Khilaf

KAYUAGUNG – Entah apa yang ada dalam benak Idris (41), warga Desa Sumber Sari, kecamatan Mesuji Raya ini. Dia tega memperkosa dua anak kandungnya sendiri.

Bahkan, perbuatan amoral itu sudah terjadi sejak 2016, dan terakhir diulangi lagi pada bulan Mei lalu. Alasannya sangat klise, yaitu khilaf. Pelaku Idris mengaku telah tiga kali melakukan pemerkosaan terhadap kedua putrinya itu. Alasannya, karena istrinya tidak mampu memenuhi kebutuhan syahwatnya.

“Saya khilaf dan menyesal,”ucapnya.

Tak hanya Idris, ternyata ada satu lagi pelaku pencabulan lainnya, yaitu Helmi Ade Konoi (63), kasusnya terpisah.

Pelaku Helmi memperkosaan anak tetangganya yang masih berusia 10 tahun.

Pelaku Idris dan Helmi saat rilis kasusnya di Mapolres OKI hari ini. Foto: Nisa/sumeks.

Ia mengaku tergiur dengan kemolekan tubuh korban, sehingga mengajak korban pergi ke rumah  kosong dan mecabulinya satu kali dengan imbalan uang Rp 10 ribu.

Kapolres OKI,  AKBP Alamsyah Pelupessy mengungkapkan, terkait kasus persetubuhan yang dilakukan ayah kandung sebenarnya sudah dilakukan sejak 2016 pada anak pertamanya berinisial SA (16) dan anak kedua berinisial SP (14) dilakukan sejak 2019.

“Kejadian terakhir menyebabkan pelaku ditangkap saat pelaku mengajak korban ke rumah teman pelaku,” terangnya.

Dalam perjalanan pelaku singgah di perkebunan sawit di salah satu rumah kecil seperti biasa memaksa dan mengancam untuk  melakukan persetubuhan.

Kemudian korban memberanikan diri ke ketua RT dan, ketua RT melaporkan kasusnya ke Polsek Mesuji Raya.

Selanjutnya kasus dilimpahkan ke unit PPA Polres OKI. Dalam kasus ini pelaku dikenakan pasal 81 ayat 2 UU No 35 tetang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara, denda Rp5 miliar ditambah sepertiga dari ancaman pidana karena pelaku merupakan ayah kandung korban.

Sementara untuk kasus (10/6) terjadi di Desa Pedamaran 4 Kecamatan Pedamaran anak dibawa umur berinisial S (10). Terjadi sejak Maret  hingga terakhir Juni korban merupakan  tetangga pelaku yang sudah memiliki empat anak dan tiga cucu.

“Pada kejadian keempat kepergok istrinya sehingga langsung dibawa ke Polsek, ” imbuhnya.

Kejadian seperti ini mungkin banyak terjadi  dan malu melaporkan untuk  dilakukan  proses takut namanya tercemar. Kalau tidak diberikan  efek jera kejadian seperti  ini akan lebih banyak lagi terjadi.

“Sebagai orang tua seharusnya peduli dan memberikan edukasi jangan sampai mudah bergaul dengan orang lain dan harus tegas dalam pengawasan,” himbau Kapolres.

Hingga saat ini, lanjut Kapolres, ada 40 laporan masuk ke unit PPA. “Masih banyak kasus yang belum dilaporkan, untuk itu kedepan kita akan melakukan  kerjasama dengan LSM pemerhati perempuan untuk membuat terobosan kaitannya dengan mencegah kasus seperti agar tidak berkepanjangan. (uni)

Komentar

Berita Lainnya